Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Kampung budidaya ikan air tawar Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dilanda kekeringan di musim kemarau.
Hampir seluruh kolam ikan yang ada di samping rumah warga setempat mengering sejak dua bulan terakhir.
Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Biawan Desa Sebakung Jaya, Bintang Wahyu Aji mengatakan ratusan kolam ikan yang ada di Desa Sebakung Jaya mengalami kekeringan sejak dua bulan lalu akibat kemarau panjang yang melanda wilayah PPU.
“Kolam tanah yang ada di samping rumah warga sudah kering dari dua bulan lalu,” kata Bintang, Senin (19/10/2026).
Ia mengungkapkan, kolam ikan di kampung budidaya ikan air tawar Desa Sebakung Jaya tidak memiliki sumber air kecuali tadah hujan.
Ketika musim kemarau, maka kolam ikan mengering sehingga warga setempat berhenti untuk sementara membudidaya ikan.
“Kolam ikan ini hanya mengandalkan air hujan. Kalau kemarau seperti sekarang ini, kolamnya kering dan otomatis aktivitas budidaya ikan berhenti sementara sambil menunggu musim hujan,” terangnya.
Bintang berharap pemerintah daerah membantu membangun sumur bor sebagai sumber air kolam ikan.
“Kalau setiap kolam memiliki sumur bor, maka aktivitas budidaya tetap bisa dilakukan meskipun di musim kemarau,” pungkasnya.
Desa Sebakung Jaya ditetapkan sebagai kampung budidaya ikan air tawar oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2023.
Desa Sebakung Jaya jadi kampung budidaya ikan air tawar lantaran hampir seluruh kepala keluarga memiliki kolam ikan di samping rumah.


