Antisipasi Penyebaran Penyakit, DKPP Nunukan dan Balai Karantina Periksa Kesehatan Sapi di Sebatik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Petugas DKPP dan BKPH Kaltara melakukan pemeriksaan hewan ternak di Sebatik. (Foto: DKPP Nunukan)
Petugas DKPP dan BKPH Kaltara melakukan pemeriksaan hewan ternak di Sebatik. (Foto: DKPP Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Antisipasi Penyebaran Penyakit, DKPP Nunukan dan Balai Karantina Periksa Kesehatan Sapi di Sebatik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Petugas DKPP dan BKPH Kaltara melakukan pemeriksaan hewan ternak di Sebatik. (Foto: DKPP Nunukan)
Petugas DKPP dan BKPH Kaltara melakukan pemeriksaan hewan ternak di Sebatik. (Foto: DKPP Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Antisipasi Penyebaran Penyakit, DKPP Nunukan dan Balai Karantina Periksa Kesehatan Sapi di Sebatik

Petugas DKPP dan BKPH Kaltara melakukan pemeriksaan hewan ternak di Sebatik. (Foto: DKPP Nunukan)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan 

NUNUKAN – Pemeriksaan kesehatan hewan ternak terus diperkuat di Kabupaten Nunukan guna mengantisipasi penyebaran penyakit yang dapat mengancam kesehatan hewan.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah pengambilan sampel darah sapi untuk mendeteksi potensi penyakit hewan karantina.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nunukan mendampingi Balai Karantina Kaltara dalam kegiatan pemantauan Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) di wilayah Nunukan.

Kegiatan serupa dijadwalkan berlanjut di Pulau Sebatik pada 21–22 Oktober 2026. Dalam pelaksanaannya, DKPP Nunukan menugaskan dokter hewan dan petugas kesehatan hewan untuk mendukung proses pengambilan sampel di lapangan.

Dokter Hewan DKPP Nunukan, drh Rendy Dharmawan L mengatakan, bahwa sampel darah yang dikumpulkan selanjutnya akan menjalani pengujian laboratorium untuk mendeteksi kemungkinan adanya tiga penyakit, yakni Mycobacterium tuberculosis complex (MTBC) pada sapi, bruselosis (brucellosis) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini untuk mengetahui potensi keberadaan penyakit pada hewan ternak sekaligus mendukung langkah pencegahan dan pengendalian apabila ditemukan indikasi penularan," ujar Rendy.

Rendy menekankan pentingnya pemantauan yang dilakukan oleh Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kaltara, terutama mengingat adanya lalu lintas hewan, produk hewan, serta media pembawa penyakit hewan di wilayah kerja DKPP Nunukan.

Menurutnya, pergerakan hewan dan produk asal hewan perlu mendapat perhatian melalui pengawasan serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah tersebut diperlukan untuk mendukung perlindungan kesehatan hewan dan mencegah risiko penyebaran penyakit di wilayah perbatasan.

"Pemantauan kesehatan ternak diharapkan dapat berjalan optimal. Pengambilan dan pengujian sampel darah juga menjadi salah satu langkah untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan hewan sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap ancaman penyakit hewan karantina di Kabupaten Nunukan," pungkasnya.