Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan
SANGATTA – Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas pemasaran produk setelah Pekan Raya Kutim Expo 2026 berakhir.
Perluasan pasar dinilai penting agar produk lokal tidak hanya dikenal selama pameran, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Selama kurang lebih sepekan pelaksanaan Pekan Raya Kutim Expo 2026, transaksi peserta pameran, khususnya UMKM, tercatat mencapai Rp4,24 miliar.
Mahyunadi memperkirakan, jika pelaku UMKM memperoleh margin keuntungan sebesar 25 persen dari nilai transaksi itu, potensi keuntungan yang dihasilkan bisa mencapai sekitar Rp1 miliar.
“Kalau dihitung-hitung dari Rp4,25 miliar itu kali 25 persen keuntungannya, berarti kurang lebih Rp1 miliar ada yang dapatkan keuntungan oleh para pelaku UMKM yang ada di sini selama Pekan Raya ini,” ujar Mahyunadi saat penutupan Pekan Raya Kutim Expo 2026.
Menurutnya, pameran tidak semestinya hanya menjadi tempat transaksi jual beli. Kegiatan tersebut juga perlu dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk unggulan daerah, membangun jaringan pemasaran, dan membuka peluang kerja sama usaha.
Karena itu, ia meminta pelaku UMKM menindaklanjuti peluang yang diperoleh selama pameran agar dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan.
“Produk yang diperkenalkan harus memiliki kesempatan menembus pasar yang lebih luas. Kerja sama yang dibangun dan ditindaklanjuti dan peluang usaha yang ditemukan harus dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif,” katanya.
Mahyunadi menambahkan, pengembangan UMKM menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah.
Pertumbuhan usaha lokal diharapkan dapat mendorong pembukaan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kutim untuk mewujudkan daerah yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
“Pameran ini boleh berakhir malam ini, namun semangat pembangunan ekonomi Kutim tidak boleh berakhir,” tuturnya.


