Banner ADV

Diskominfo Berau Cari Solusi Blank Spot di Maratua, Jajaki Manfaatkan Tower Polda

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Diskominfo Berau Cari Solusi Blank Spot di Maratua, Jajaki Manfaatkan Tower Polda

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Diskominfo Berau Cari Solusi Blank Spot di Maratua, Jajaki Manfaatkan Tower Polda

Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Keterbatasan akses telekomunikasi di Pulau Maratua menjadi pekerjaan rumah yang terus dicarikan solusinya oleh Pemerintah Kabupaten Berau. 

Salah satu peluang yang kini dijajaki adalah mengoptimalkan tower milik Kepolisian Daerah (Polda) di Kampung Teluk Harapan untuk memperluas jangkauan jaringan internet dan komunikasi bagi masyarakat.

Langkah ini dinilai berpotensi menjadi alternatif untuk mengatasi wilayah yang masih mengalami blank spot, terutama di kawasan kepulauan yang membutuhkan dukungan konektivitas untuk aktivitas sehari-hari, pelayanan publik hingga sektor pariwisata.

Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Rahmatia, mengungkapkan tower tersebut selama ini digunakan untuk mendukung komunikasi radio internal kepolisian. Karena itu, pihaknya tengah menjajaki kemungkinan pemanfaatan infrastruktur tersebut bersama penyedia layanan telekomunikasi.

Menurutnya, apabila penggunaan tower mendapat persetujuan, Diskominfo akan mengupayakan keterlibatan operator seluler agar fasilitas itu dapat mendukung perluasan jaringan di Maratua.

“Kami melihat ada peluang dari keberadaan tower tersebut. Sekarang yang kami upayakan adalah memastikan apakah infrastruktur itu memungkinkan untuk dimanfaatkan bersama provider,” jelasnya.

Penjajakan juga telah dilakukan dengan PT XL Axiata. Operator tersebut dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif penguatan jaringan karena layanan XL di Pulau Derawan dinilai memiliki kualitas yang cukup baik.

Rencana pemanfaatan tower itu mulai menunjukkan perkembangan setelah Polda dan pihak XL memberikan respons positif terhadap usulan tersebut. 

“Kedua pihak disebut telah menyepakati rencana survei untuk melihat kemungkinan teknis pengembangan jaringan,” ucapnya.

Meski demikian, realisasi rencana tersebut belum dapat dipastikan dalam waktu dekat. Masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui, termasuk koordinasi dengan pemerintah pusat serta kajian dari pihak operator mengenai kelayakan penggunaan infrastruktur yang tersedia.

Saat melakukan kunjungan ke kantor pusat XL di Jakarta pada bulan lalu, Diskominfo Berau juga mendapat arahan untuk terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika guna memperoleh rekomendasi yang diperlukan.

Selain mengoptimalkan tower Polda, Diskominfo Berau berupaya membuka peluang kerja sama dengan operator lain, termasuk Telkomsel. Dukungan DPRD Berau juga diharapkan dapat membantu mempertemukan para pihak agar pembahasan mengenai perluasan jaringan di Maratua berjalan lebih cepat.

Rahmatia menilai, keterlibatan berbagai pihak diperlukan karena persoalan blank spot tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengandalkan satu operator. 
Ketersediaan infrastruktur dan kesiapan penyedia layanan menjadi faktor penting agar jaringan yang dibangun nantinya benar-benar menjangkau kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap DPRD bisa membantu menjembatani komunikasi dengan Polda dan pihak provider, baik XL maupun Telkomsel, sehingga peluang penambahan jaringan ini bisa ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Di luar upaya melalui kerja sama operator, Diskominfo Berau juga menempuh jalur pengajuan bantuan pendanaan kepada pemerintah pusat. Proposal yang ditujukan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memperoleh dukungan anggaran dari APBN telah disiapkan.

Pembahasan proposal tersebut rencananya kembali dilanjutkan pada Oktober ini. Sebelumnya, pengajuan itu direncanakan dibahas bersama Bupati Berau, tetapi agenda tersebut sempat tertunda karena kendala yang terjadi.

Diskominfo berharap dua jalur yang sedang ditempuh, yakni pemanfaatan tower yang sudah tersedia dan pengajuan dukungan anggaran pusat, dapat membuka jalan bagi pemerataan akses telekomunikasi di Maratua.

Dengan konektivitas yang lebih memadai, masyarakat di wilayah kepulauan diharapkan memperoleh akses komunikasi yang lebih baik, sekaligus mendukung pelayanan publik dan aktivitas ekonomi yang bergantung pada jaringan digital. (Adv)