Hujan Redakan Polusi Udara Balikpapan, DLH Sebut Kualitas Udara Kembali Sedang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Hujan Redakan Polusi Udara Balikpapan, DLH Sebut Kualitas Udara Kembali Sedang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Hujan Redakan Polusi Udara Balikpapan, DLH Sebut Kualitas Udara Kembali Sedang

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Kualitas udara di Kota Balikpapan mulai membaik setelah sebelumnya berada pada kategori tidak sehat. Hujan yang turun sejak Minggu (18/10/2026) membantu menurunkan konsentrasi partikel halus di udara sehingga kualitas udara kembali berada pada kategori sedang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan perubahan kualitas udara tersebut dipengaruhi kondisi cuaca, terutama hujan dan arah angin yang membawa polutan ke wilayah Balikpapan.

"Mulai hari Minggu dan hari ini, itu posisi sudah sedang karena memang ada hujan," ujar Dirman sapaannya, Senin (19/10/2026).

Dirman menjelaskan, kondisi kualitas udara Balikpapan tidak terlepas dari aktivitas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan.

Meski bukan menjadi lokasi utama kebakaran, Balikpapan dapat terdampak asap dan partikel polutan yang terbawa angin. Ketika angin mengarah ke Balikpapan, maka kualitas udara berpotensi memburuk.

Sebaliknya, hujan membantu menurunkan konsentrasi partikel di udara sehingga kondisi kualitas udara berangsur membaik. Meski telah berada pada kategori sedang, masyarakat tetap diminta memperhatikan kondisi kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan. 

Dirman menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan jika diperlukan dan lebih banyak melakukan kegiatan di dalam ruangan. "Bisa tetap beraktivitas, cuma tetap memperhatikan secara kesehatan," katanya.

Untuk memastikan perkembangan kualitas udara, DLH Balikpapan terus melakukan pemantauan menggunakan alat Air Quality Monitoring System (AQMS) yang beroperasi selama 24 jam secara real-time.

Ia menyebut terdapat dua titik pemantauan yang digunakan DLH Balikpapan, yakni di kantor DLH dan kawasan Balikpapan Baru. Alat tersebut mengukur sejumlah parameter pencemar udara, termasuk partikel halus PM2.5, PM10, serta sulfur oksida (SO).

Data hasil pemantauan dapat diperiksa setiap saat untuk mengetahui perubahan kualitas udara di Kota Balikpapan. Masyarakat juga dapat memantau kondisi kualitas udara secara mandiri melalui aplikasi ISPU Net KLH yang tersedia di Play Store. 

Aplikasi tersebut menyediakan informasi kualitas udara di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Balikpapan, berdasarkan data pemantauan yang tersedia.

Dirman menegaskan, data tersebut menjadi salah satu acuan untuk mengetahui kondisi kualitas udara terkini, sehingga masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca yang terlihat, tetapi juga memperhatikan informasi kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan.

Dengan kualitas udara yang kembali berada pada kategori sedang, aktivitas masyarakat dapat berlangsung seperti biasa dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.

Terutama bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan atau merasakan keluhan ketika beraktivitas di luar ruangan, kewaspadaan tetap diperlukan meskipun kualitas udara telah membaik.