Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin
TENGGARONG - Wakil Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Abdul Rasyid mendorong penguatan upaya pencegahan kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
Penyediaan hidran dan peralatan pemadam kebakaran yang dapat digunakan masyarakat, sehingga perlu dipertimbangkan untuk mengantisipasi kebakaran.
Menurut Rasyid, kawasan dengan jarak antar rumah yang berdekatan membutuhkan perhatian khusus karena api berpotensi cepat merambat ke bangunan lain.
Karena itu, langkah antisipasi perlu disiapkan, mulai dari peningkatan kewaspadaan masyarakat hingga penyediaan sarana pendukung pemadaman.
“Salah satu langkah yang bisa dipertimbangkan adalah menyediakan peralatan pemadam kebakaran yang dapat dikelola masyarakat setempat atau membangun hidran air di lokasi-lokasi rawan kebakaran,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi cuaca panas yang menyebabkan sejumlah sumber air alami, seperti kubangan dan kolam, mengalami kekeringan. Kondisi tersebut dapat menjadi kendala ketika petugas melakukan pemadaman kebakaran.
Rasyid menilai perlu ada pemetaan wilayah rawan kebakaran sekaligus identifikasi sumber air yang dapat dimanfaatkan saat terjadi keadaan darurat.
Dengan pemetaan tersebut, petugas pemadam kebakaran maupun masyarakat diharapkan dapat mengetahui lokasi sumber air terdekat untuk mendukung proses pemadaman. Penyediaan hidran dan sarana pendukung lainnya juga dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko kebakaran di kawasan padat penduduk.
Selain mendorong kesiapan sarana pemadaman, Rasyid mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan langkah pencegahan dari lingkungan rumah masing-masing.
Ia mengimbau warga memeriksa instalasi listrik, kompor, serta peralatan dapur sebelum meninggalkan rumah. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan tidak ada sumber yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kukar agar selalu menjaga lingkungan untuk mencegah terjadinya kebakaran,” katanya.
Rasyid juga menekankan pentingnya kepedulian antarwarga. Menurutnya, saling mengingatkan dan menjaga lingkungan dapat membantu meningkatkan kewaspadaan sekaligus mencegah terjadinya musibah kebakaran.
Di sisi lain, DPRD Kukar turut menyoroti penanganan warga yang terdampak kebakaran. Rasyid mengatakan, pihaknya akan mendiskusikan persoalan tersebut bersama pemerintah daerah untuk mengetahui langkah bantuan yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Ia menyebutkan, pemerintah Kabupaten Kukar sebelumnya pernah memberikan santunan kepada warga yang mengalami musibah kebakaran. Namun, melihat kondisi saat ini, diperlukan pembahasan lebih lanjut untuk menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada korban.
“Terkait penanganan pascakebakaran permukiman, hal ini akan kami diskusikan bersama pemerintah daerah untuk mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam membantu warga terdampak,” tutupnya. (Adv)


