Banner ADV

Teluk Bayur Angkat Cerita Kota Tua dan Produk Kampung di Berau Expo 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kota Tua Teluk Bayur menjadi tema yang diangkat Kecamatan Teluk Bayur dalam Berau Expo 2026. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kota Tua Teluk Bayur menjadi tema yang diangkat Kecamatan Teluk Bayur dalam Berau Expo 2026. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Teluk Bayur Angkat Cerita Kota Tua dan Produk Kampung di Berau Expo 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kota Tua Teluk Bayur menjadi tema yang diangkat Kecamatan Teluk Bayur dalam Berau Expo 2026. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kota Tua Teluk Bayur menjadi tema yang diangkat Kecamatan Teluk Bayur dalam Berau Expo 2026. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Teluk Bayur Angkat Cerita Kota Tua dan Produk Kampung di Berau Expo 2026

Kota Tua Teluk Bayur menjadi tema yang diangkat Kecamatan Teluk Bayur dalam Berau Expo 2026. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Jejak sejarah dan kekayaan produk lokal menjadi dua potensi yang diandalkan Kecamatan Teluk Bayur untuk menarik perhatian pengunjung Berau Expo 2026. 

Melalui tema Mengunjungi Kota Tua, kecamatan ini tak sekadar menghadirkan pameran, tetapi juga memperkenalkan identitas kawasan bersejarah sekaligus potensi ekonomi masyarakatnya.

Camat Teluk Bayur, Edi Baskoro, mengatakan keikutsertaan dalam Berau Expo 2026 menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan potensi empat kampung dan dua kelurahan di wilayahnya.

Berbagai produk unggulan masyarakat dibawa ke arena pameran sebagai gambaran kekayaan kuliner dan usaha lokal yang terus berkembang.

Menurutnya, kehadiran stan Kecamatan Teluk Bayur merupakan hasil kerja sama antara pemerintah kecamatan, Tim Penggerak PKK, serta masyarakat yang terlibat dalam menyiapkan produk dan menampilkan potensi daerah.

“Kami hadirkan bukan hanya produk untuk dipamerkan, tetapi juga hasil kreativitas warga yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Kami ingin masyarakat yang datang ke Expo mengenal lebih dekat apa saja yang menjadi keunggulan Teluk Bayur,” ujarnya.

Dari sisi kuliner, pengunjung dapat menemukan sejumlah sajian tradisional, seperti cenil, gado-gado udang, tape khas Teluk Bayur hingga olahan jengkol. Beragam makanan tersebut menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal yang berpotensi menarik minat konsumen lebih luas.

Tak hanya makanan siap santap, stan tersebut juga memperlihatkan beragam produk olahan UMKM dari kampung-kampung di Teluk Bayur.

Kampung Labanan Makarti, misalnya, turut membawa produk berupa jamu tradisional, olahan singkong, tempe, peyek, keripik buah, hingga cokelat khas yang menjadi salah satu produk unggulannya.

Edi menilai keberagaman produk tersebut menunjukkan bahwa peluang ekonomi masyarakat tidak hanya bertumpu pada satu jenis usaha.

Jika dikemas dan dipromosikan secara konsisten, maka produk-produk lokal berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas.

Karena itu, selama pelaksanaan Berau Expo 2026 pada 16–25 Oktober, pihaknya berupaya menghadirkan produk UMKM secara bergantian setiap hari. Strategi ini dilakukan agar pengunjung memiliki kesempatan mengenal lebih banyak hasil usaha masyarakat dari berbagai kampung dan kelurahan.

“Kami ingin Expo ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Semakin banyak orang yang mengenal produk lokal, semakin terbuka pula peluang bagi usaha warga untuk berkembang,” jelasnya.

Di sisi lain, tema Mengunjungi Kota Tua menjadi cara Kecamatan Teluk Bayur mengangkat kembali nilai sejarah yang melekat pada wilayah tersebut. Identitas kawasan bersejarah itu diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari cerita masa lalu, tetapi juga memiliki daya tarik bagi masyarakat yang ingin mengenal perkembangan Teluk Bayur.

Melalui perpaduan sejarah dan ekonomi kreatif, Kecamatan Teluk Bayur berupaya menunjukkan bahwa potensi daerah dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan. Berau Expo 2026 pun menjadi momentum untuk memperkenalkan warisan budaya sekaligus mendorong produk lokal agar semakin dikenal dan memiliki nilai ekonomi. (Adv)