Pemkot Balikpapan Gelar GPM 21-23 Oktober, Warga Bisa Berburu Bahan Pokok Murah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Flyer GPM di Balai Kota Balikpapan. (Foto: DKP3 Balikpapan)
Flyer GPM di Balai Kota Balikpapan. (Foto: DKP3 Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Balikpapan Gelar GPM 21-23 Oktober, Warga Bisa Berburu Bahan Pokok Murah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Flyer GPM di Balai Kota Balikpapan. (Foto: DKP3 Balikpapan)
Flyer GPM di Balai Kota Balikpapan. (Foto: DKP3 Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Balikpapan Gelar GPM 21-23 Oktober, Warga Bisa Berburu Bahan Pokok Murah

Flyer GPM di Balai Kota Balikpapan. (Foto: DKP3 Balikpapan)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama tiga hari, mulai 21-23 Oktober 2026 di halaman parkir Balai Kota Balikpapan. 

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Pelaksanaan GPM tersebut dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober. 

Sejumlah distributor pangan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pangan hingga petani dilibatkan untuk menyediakan berbagai komoditas pangan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan, Sri Wahjuningsih mengatakan GPM menjadi bentuk sinergi pemerintah daerah bersama pelaku usaha dan petani dalam menyediakan kebutuhan pangan dengan harga yang diharapkan lebih terjangkau.

"Kami hadirkan para distributor pangan yang ada di Kota Balikpapan, Perum BULOG dan petani cabai, serta lainnya," ucap Yuyun sapaannya, Selasa (20/10/2026).

Ia menjelaskan, komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut diharapkan menggunakan harga setingkat distributor maupun harga di tingkat petani. 

Dengan skema itu, masyarakat diharapkan dapat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, Sekretariat Kota Balikpapan telah mengeluarkan surat mengenai dukungan dan partisipasi distributor pangan serta petani. 

Surat tersebut mengajak para pelaku usaha menyediakan komoditas pangan dengan harga di tingkat distributor atau petani.

Terdapat 18 instansi dan pelaku usaha yang menjadi sasaran surat tersebut, di antaranya Perum BULOG Kantor Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara), Perumda Manuntung Sukses Balikpapan, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (ID Food), serta sejumlah distributor dan pelaku usaha pangan lainnya.

Yuyun menyebut keterlibatan berbagai pihak tersebut penting untuk mendukung upaya pengendalian harga dan menjaga ketersediaan bahan pangan di Balikpapan.

"Melalui kegiatan GPM ini, kami ingin memperkuat sinergi antara Pemkot Balikpapan, seluruh unsur Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), distributor, BUMN pangan, serta petani dalam menyediakan beberapa jenis komoditas pangan dengan harga terjangkau," jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan GPM tidak hanya berfokus pada penyediaan bahan pangan murah, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Di tengah upaya menjaga keterjangkauan harga, masyarakat juga diimbau berbelanja sesuai prioritas kebutuhan keluarga. 

Pembelian bahan pokok secara berlebihan hingga berujung penimbunan perlu dihindari karena berpotensi mengganggu ketersediaan barang di pasaran.

Yuyun mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan GPM secara bijak dengan membeli komoditas sesuai kebutuhan, bukan sekadar karena harga yang ditawarkan lebih murah.

"Kami mengimbau masyarakat yang berbelanja di GPM agar berbelanja secara bijak sesuai prioritas kebutuhan keluarganya. Jangan melakukan penimbunan bahan pokok karena dapat berdampak pada meningkatnya harga pangan di Balikpapan," tegasnya.

Selain mendorong belanja bijak, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengurangi pemborosan pangan di tingkat rumah tangga. 

Masyarakat dapat memulainya dengan memperhitungkan kebutuhan sebelum berbelanja, mengatur persediaan makanan, serta menghindari pembelian bahan pangan secara berlebihan.

"Dengan belanja bijak, kita bisa menekan tindakan boros pangan. Kalau tidak melakukan pemborosan pangan, kita juga bisa mendukung ketahanan pangan di tingkat keluarga," tuturnya.

Melalui pelaksanaan GPM pada 21-23 Oktober 2026, Pemkot Balikpapan berharap masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. 

Keterlibatan distributor, BUMN pangan, dan petani diharapkan turut mendukung stabilitas pasokan serta harga pangan di Kota Balikpapan. (Adv)