Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) tengah mempertimbangkan untuk pemanfaatan kolam eks tambang batu bara sebagai sumber air baku Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT).
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar mengatakan, pemerintah daerah mempertimbangkan kolam eks tambang di wilayah Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam sebagai sumber air baku lantaran di musim kemarau ini Perumda AMDT mengalami krisis air baku.
Volume air baku di Sungai Lawe-Lawe mengakibatkan produksi air bersih Water Treatment Plant (WTP) Lawe-Lawe, Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam hanya 10 persen dari kondisi normal 170 liter per detik.
“Pemerintah daerah sedang mempertimbangkan untuk memanfaatkan air kolam eks tambang sebagai sumber air baku,” kata Tohar, Selasa (20/10/2026).
Pemanfaatan kolam bekas galian tambang batu bara sebagai sumber air baku Perumda AMDT, kata Tohar, memerlukan kajian teknis dan penilaian kelayakan.
Kajian teknis diperlukan untuk menentukan kelayakan air di kolam eks tambang batu bara sebagai sumber air baku.
“Pemerintah daerah tidak serta merta langsung memutuskan pemanfaatan kolam eks tambang sebagai sumber air baku tanpa didukung hasil kajian teknis,” jelasnya.
Tohar mengungkapkan, manajemen Perumda AMDT PPU telah melakukan uji laboratorium air kolam eks tambang batu bara di Kelurahan Buluminung dan hasilnya pH air hanya 2,9. Hasil uji laboratorium tersebut sama dengan pH air aliran Sungai Lawe-Lawe yang selama ini menjadi sumber air baku WTP Lawe-Lawe.
“Meskipun kualitas airnya sama dengan air di Sungai Lawe-Lawe, tetap perlu kajian teknis untuk menentukan apakah air kolam eks tambang layak digunakan sebagai sumber air baku atau tidak,” terangnya.
Pemkab PPU mempertimbangkan pemanfaatan kolam eks tambang batu bara sebagai sumber air baku Perumda AMDT, kata Tohar, sebagai alternatif untuk mengatasi krisis air bersih di musim kemarau.
“Ini hanya salah satu opsi agar Perumda AMDT tetap mendapatkan pasokan air baku agar distribusi air bersih ke masyarakat tetap berjalan,” pungkasnya. (Adv)


