Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Ketersediaan bahan pangan pokok di Kota Balikpapan dipantau melalui proyeksi neraca pangan setiap bulan sepanjang 2026.
Dari 12 komoditas yang tercatat, mayoritas berada dalam status aman, meskipun sejumlah bahan pangan sempat masuk kategori waspada pada periode tertentu.
Berdasarkan data Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, komoditas yang dipantau meliputi beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula pasir, minyak goreng, dan kedelai.
Data tersebut memuat kebutuhan, ketersediaan, neraca pangan, serta ketahanan stok setiap komoditas.
Perubahan status dari bulan ke bulan menjadi salah satu indikator untuk melihat komoditas yang memerlukan perhatian dalam pemantauan pasokan pangan.
Januari: Bawang Putih dan Daging Ayam Berstatus Waspada
Pada Januari 2026, dua komoditas tercatat berstatus waspada, yakni bawang putih dan daging ayam.
Berdasarkan data, bawang putih memiliki ketersediaan 287,63 ton dengan kebutuhan 183 ton. Ketahanan stoknya tercatat 17,58 hari.
Sementara itu, daging ayam memiliki ketersediaan 1.786,32 ton dengan kebutuhan 1.316 ton. Ketahanan stoknya tercatat 11,20 hari.
Adapun beras tercatat memiliki ketersediaan 24.880 ton dan ketahanan stok 122,44 hari. Gula pasir tersedia 2.607,01 ton dengan ketahanan 108,55 hari, sedangkan minyak goreng tercatat tersedia 7.851 ton dengan ketahanan stok 67,65 hari.
Februari: Cabai Rawit Masuk Kategori Waspada
Pada Februari, bawang putih dan cabai rawit tercatat berstatus waspada.
Bawang putih memiliki ketersediaan 116,70 ton dengan ketahanan stok 18,51 hari. Sementara cabai rawit tercatat memiliki ketersediaan 239,01 ton dengan ketahanan stok 5,64 hari.
Di sisi lain, beras memiliki ketersediaan 33.107 ton dengan ketahanan stok 163,46 hari. Daging ayam tercatat tersedia 1.974,38 ton dengan ketahanan 16,03 hari, sedangkan gula pasir memiliki ketersediaan 4.156,01 ton dengan ketahanan stok 182,85 hari.
Maret: Bawang Putih dan Cabai Rawit Kembali Waspada
Pada Maret, status waspada kembali tercatat pada bawang putih dan cabai rawit.
Ketahanan stok bawang putih tercatat 21,95 hari, sedangkan cabai rawit sekitar 5,09 hari. Sementara itu, beras memiliki ketahanan stok 233,70 hari, daging sapi 185,43 hari, dan gula pasir 240,61 hari.
Data Maret menunjukkan bahwa meskipun sejumlah komoditas memiliki ketahanan stok relatif panjang, beberapa komoditas hortikultura tetap membutuhkan pemantauan tersendiri.
April: Jagung dan Kedelai Berstatus Waspada
Pada April, jagung dan kedelai masuk kategori waspada.
Jagung tercatat memiliki ketersediaan 144,54 ton dengan ketahanan stok 20,21 hari. Kedelai memiliki ketersediaan 896,35 ton dengan ketahanan stok 21,78 hari.
Sementara itu, beras memiliki ketersediaan 51.206,20 ton dengan ketahanan stok 277,41 hari. Gula pasir tercatat tersedia 5.790,41 ton dengan ketahanan 277,26 hari, sedangkan minyak goreng memiliki ketahanan stok 139,89 hari.
Mei: Kedelai Masih Berstatus Waspada
Pada Mei, kedelai masih tercatat berstatus waspada dengan ketersediaan 971,85 ton dan ketahanan stok 25,08 hari.
Di bulan yang sama, beras memiliki ketersediaan 56.620,80 ton dengan ketahanan stok 309,11 hari. Daging ayam tercatat tersedia 3.790,47 ton dengan ketahanan 58,13 hari, sedangkan telur ayam memiliki ketersediaan 2.846,23 ton dengan ketahanan stok 54,76 hari.
Juni: Seluruh Komoditas Tercatat Aman
Memasuki Juni, seluruh 12 komoditas yang tercantum dalam neraca pangan tercatat berstatus aman.
Beras memiliki ketersediaan 64.697,91 ton dengan ketahanan stok 358,69 hari. Jagung tercatat tersedia 193,63 ton dengan ketahanan 41,74 hari, sementara bawang merah memiliki ketersediaan 607,71 ton dengan ketahanan 66,56 hari.
Untuk komoditas lainnya, cabai rawit tercatat memiliki ketahanan stok 13,50 hari, daging ayam 58,34 hari, telur ayam 32,63 hari, dan kedelai 41,45 hari.
Juli: Jagung Kembali Berstatus Waspada
Pada Juli, jagung kembali masuk kategori waspada dengan ketersediaan 132,93 ton dan ketahanan stok 18,70 hari.
Sementara itu, beras tercatat tersedia 65.971,27 ton dengan ketahanan stok 365,34 hari. Daging ayam memiliki ketersediaan 4.157,55 ton dengan ketahanan 66,94 hari, sedangkan minyak goreng tercatat memiliki ketahanan stok 195,25 hari.
Agustus: Status Waspada Masih pada Jagung
Pada Agustus, jagung kembali tercatat berstatus waspada dengan ketersediaan 142,44 ton dan ketahanan stok 20,88 hari.
Beras memiliki ketersediaan 66.494,27 ton dengan ketahanan stok 358,11 hari. Daging ayam tercatat tersedia 4.417,80 ton dengan ketahanan 67,25 hari, sedangkan minyak goreng memiliki ketahanan stok 216,22 hari.
September: Seluruh Komoditas Berstatus Aman
Pada September, seluruh komoditas yang dipantau tercatat berstatus aman.
Beras memiliki ketersediaan 65.760,07 ton dengan ketahanan stok 354,98 hari. Daging sapi tercatat tersedia 1.489,09 ton dengan ketahanan 190,56 hari, sedangkan gula pasir memiliki ketahanan stok 143,91 hari.
Cabai besar tercatat memiliki ketahanan stok 15,11 hari, sementara cabai rawit sekitar 14,93 hari. Angka tersebut memperlihatkan perbedaan ketahanan stok antarkomoditas meskipun statusnya sama-sama aman.
Oktober: Cabai Besar dan Cabai Rawit Berstatus Waspada
Pada Oktober, status waspada kembali tercatat pada cabai besar dan cabai rawit.
Ketersediaan cabai besar tercatat 53,17 ton dengan ketahanan stok 5,70 hari. Sementara cabai rawit memiliki ketersediaan 249,28 ton dengan ketahanan 5,14 hari.
Komoditas lainnya tercatat berstatus aman. Beras memiliki ketersediaan 60.632,07 ton dengan ketahanan stok 323,67 hari. Daging ayam tercatat tersedia 4.790,80 ton dengan ketahanan 75,35 hari, sedangkan daging sapi memiliki ketahanan stok 165,71 hari.
November: Cabai Rawit Masih Perlu Dipantau
Dalam proyeksi November 2026, cabai rawit masih berstatus waspada dengan ketersediaan 227 ton dan ketahanan stok sekitar tiga hari.
Sebaliknya, sejumlah komoditas lain diproyeksikan memiliki ketahanan stok lebih panjang. Beras tercatat memiliki ketersediaan 65.946,93 ton dengan ketahanan stok 356 hari. Daging ayam memiliki ketersediaan 5.196 ton dengan ketahanan 85 hari, sedangkan minyak goreng tercatat tersedia 6.529 ton dengan ketahanan stok 252 hari.
Desember: Seluruh Komoditas Diproyeksikan Aman
Pada proyeksi Desember 2026, seluruh 12 komoditas kembali tercatat berstatus aman.
Beras diproyeksikan memiliki ketersediaan 66.499,40 ton dengan ketahanan stok sekitar 358 hari. Jagung tercatat memiliki ketahanan 42 hari, bawang putih 67 hari, cabai besar 33 hari, dan cabai rawit 11 hari.
Untuk komoditas protein hewani, daging sapi diproyeksikan memiliki ketahanan stok 203 hari, daging ayam 88 hari, dan telur ayam 31 hari. Sementara itu, gula pasir tercatat memiliki ketahanan 64 hari, minyak goreng 247 hari, dan kedelai 142 hari.
Angka tersebut masih merupakan proyeksi dan dapat berubah mengikuti pembaruan data serta kondisi pasokan di lapangan.
Kepala DKP3 Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih memastikan proyeksi neraca pangan 2026 menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan.
"Data neraca pangan menjadi salah satu dasar untuk memantau ketersediaan dan kebutuhan bahan pangan pokok di Kota Balikpapan," ucap Yuyun sapaannya, Selasa (20/10/2026).
Penyusunan neraca pangan melibatkan data dari sejumlah sumber, di antaranya BBKHIT Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Perdagangan, rumah potong hewan, bidang terkait di DKP3, serta Primkopti. Data tersebut diolah oleh Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Balikpapan.
DKP3 mencatat bahwa data neraca pangan bersifat dinamis dan dapat diperbarui sewaktu-waktu menyesuaikan arahan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Melalui pemantauan berkala, perubahan kebutuhan, ketersediaan, dan ketahanan stok setiap komoditas dapat diketahui dari bulan ke bulan.
Informasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengidentifikasi komoditas yang perlu mendapat perhatian dan mendukung kelancaran pasokan pangan bagi masyarakat. (Adv)


