Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan
SANGATTA – Sebanyak 58 peserta terdaftar dalam bakti sosial operasi katarak dan pterigium yang digelar RSUD Sangkulirang bersama PT Indexim Coalindo.
Pelaksanaan operasi melibatkan dua dokter spesialis mata, yakni dr Pikasa dari RSUD Sangkulirang dan dr Manfred dari Rumah Sakit Mata Provinsi Kaltim.
Direktur RSUD Sangkulirang, dr Azizah Bin Smith mengatakan, jumlah tersebut merupakan peserta yang mendaftar.
Adapun keputusan untuk menjalani operasi tetap ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi medis masing-masing pasien.
Keterlibatan dokter spesialis mata dari RSUD Sangkulirang juga memungkinkan pasien mendapatkan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit setempat setelah operasi.
Pasien yang telah menjalani tindakan dapat melakukan kontrol bersama dr Pikasa untuk memantau perkembangan kondisi mata selama masa pemulihan.
Sementara itu, peserta yang belum dapat menjalani operasi karena kontraindikasi medis berkesempatan menjalani evaluasi kembali.
Apabila kondisi kesehatannya memungkinkan, pasien tersebut dapat dipertimbangkan untuk menjalani operasi pada jadwal berikutnya.
Kegiatan ini merupakan bakti sosial ketiga yang diselenggarakan RSUD Sangkulirang. Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan pada 2018 dan 2022.
Azizah menjelaskan, pada kegiatan sebelumnya, rumah sakit lebih banyak berperan sebagai tempat pelaksanaan, dengan dukungan tenaga medis dan pelayanan yang sebagian besar berasal dari luar.
Tahun 2026 ini, tenaga medis serta sarana dan prasarana internal rumah sakit mengambil peran lebih besar.
Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya RSUD Sangkulirang meningkatkan kemampuan pelayanan operasi mata sekaligus memastikan pasien memperoleh perawatan lanjutan setelah tindakan.
Sebagai informasi, bakti sosial operasi katarak dan pterigium ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan PT Indexim Coalindo dan mendapat dukungan sejumlah perusahaan serta fasilitas kesehatan di wilayah Kutim.


