Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Operasional 24 Jam, Pertamina Tambah Nozzle Pertalite di Dua SPBU

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Officer Communication & Relations PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Kahfi Haqi Harasyi. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Officer Communication & Relations PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Kahfi Haqi Harasyi. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Operasional 24 Jam, Pertamina Tambah Nozzle Pertalite di Dua SPBU

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Officer Communication & Relations PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Kahfi Haqi Harasyi. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Officer Communication & Relations PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Kahfi Haqi Harasyi. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Operasional 24 Jam, Pertamina Tambah Nozzle Pertalite di Dua SPBU 

Officer Communication & Relations PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Kahfi Haqi Harasyi. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA — Usai mendapat desakan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan Timur (Kaltim) serta penguraian antrean di SPBU, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan mengambil langkah strategis dimulai dari Kota Samarinda. 

Salah satu langkah konkrit yang ditempuh adalah menyiagakan empat SPBU untuk beroperasi penuh selama 24 jam.

Perluasan jam operasional ini disampaikan usai jajaran Pertamina Patra Niaga menggelar audiensi bersama Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, serta DPC Hiswana Migas Samarinda di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (20/10/2026). 

Pertemuan tersebut membahas pemetaan evaluasi alokasi, pemerataan pelayanan, hingga pengawasan penyaluran BBM dan LPG di Kaltim.

Officer Communication & Relations PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Kahfi Haqi Harasyi menjelaskan, layanan 24 jam di Samarinda kini tersedia di empat titik strategis. 

Empat titik tersebut yakni di SPBU Jalan Kusuma Bangsa, Slamet Riyadi, A.W. Syahrani, dan Sungai Siring (Jalan Poros Samarinda–Bandara APT Pranoto). 

Kahfi mengatakan perluasan layanan SPBU 24 jam dan penambahan nozzle Pertalite merupakan upaya untuk meningkatkan pelayanan BBM bagi masyarakat. 

Selain mengoperasikan SPBU 24 jam, Pertamina juga merespons kebutuhan masyarakat dengan menambah fasilitas nozzle pengisian Pertalite di dua SPBU padat kendaraan, yaitu di SPBU Jalan Rapak Indah dan APT Pranoto Samarinda Seberang.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Hiswana Migas agar peningkatan pelayanan berjalan seiring dengan pemantauan kebutuhan serta pengawasan penyaluran," ujar Kahfi.

Di sisi pengawasan, Pertamina memperketat pemantauan transaksi BBM bersubsidi dengan memanfaatkan sistem barcode guna mengantisipasi praktik pembelian berulang (pengetap) dan penyalahgunaan alokasi di lapangan. 

"Pertemuan ini menjadi upaya bersama Pertamina, Pemprov Kaltim, dan Hiswana Migas agar kebutuhan BBM dan LPG masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," ungkapnya. 

Langkah optimasi pelayanan dari Pertamina ini sekaligus menyelaraskan desakan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Sebelumnya, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mendorong BPH Migas dan Pertamina untuk menaikkan target alokasi kuota BBM Kaltim dari yang ditetapkan saat ini sekitar 500 ribu Kilo Liter (KL) menjadi 700 ribu KL pada tahun 2026.

"Iya ada penambahan kuota, jumlahnya dikoordinasikan lagi dengan Biro Ekonomi," pungkasnya.