Angkot Balikpapan Bakal Masuk Jalan Lingkungan, Dishub Siapkan Pembagian Rute

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Angkot berwarna kuning melintas di Jalan Ahmad Yani kawasan perkotaan, Rabu (21/10/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Angkot berwarna kuning melintas di Jalan Ahmad Yani kawasan perkotaan, Rabu (21/10/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Angkot Balikpapan Bakal Masuk Jalan Lingkungan, Dishub Siapkan Pembagian Rute

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Angkot berwarna kuning melintas di Jalan Ahmad Yani kawasan perkotaan, Rabu (21/10/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Angkot berwarna kuning melintas di Jalan Ahmad Yani kawasan perkotaan, Rabu (21/10/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Angkot Balikpapan Bakal Masuk Jalan Lingkungan, Dishub Siapkan Pembagian Rute

Angkot berwarna kuning melintas di Jalan Ahmad Yani kawasan perkotaan, Rabu (21/10/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Angkutan kota (Angkot) di Balikpapan berpeluang menjangkau jalan lingkungan untuk mendekatkan layanan transportasi umum kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman mengatakan akses angkot ke jalan lingkungan akan diatur melalui pembagian segmen dan rute dalam rencana induk jaringan transportasi Balikpapan Connectivity.

Menurutnya, angkot tidak hanya diarahkan melayani jalan utama, tapi juga berpotensi memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat berdasarkan karakteristik wilayah dan tujuan perjalanan.

"Boleh ke jalan lingkungan. Jadi kita akan siapkan segmen nanti, apakah mereka segmennya untuk angkutan pasar, angkutan anak sekolah, angkutan wisata, yang pada prinsipnya tujuannya hanya satu," ucap Fadli, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, penentuan rute nantinya mempertimbangkan jarak tempuh dan kebutuhan layanan transportasi di setiap wilayah. 

Dengan pembagian tersebut, angkot diharapkan memiliki peran yang lebih jelas dalam mendukung mobilitas masyarakat.

Penataan ini juga menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan berbagai moda transportasi di Kota Balikpapan. Dishub baru saja menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menyusun rencana induk jaringan transportasi tersebut.

Melalui Balikpapan Connectivity, pemerintah akan memetakan kebutuhan jaringan transportasi, termasuk integrasi antarmoda, fasilitas pendukung, serta kemungkinan pengembangan rute angkutan umum.

Fadli menegaskan, rencana tersebut tidak bertujuan mematikan salah satu moda transportasi. 
Sebaliknya, seluruh layanan diharapkan dapat berjalan berdampingan dan saling mendukung.

"Semua segmen transportasi ini tidak ada yang dimatikan, semuanya bisa hidup bersama, berjalan beriringan," katanya.

Selain pembagian rute, Dishub juga mempertimbangkan integrasi pembayaran bagi masyarakat yang menggunakan lebih dari satu jenis transportasi untuk mencapai tujuan. 

Skema one payment atau satu sistem pembayaran tersebut menjadi salah satu konsep yang disampaikan dalam rencana pengembangan jaringan transportasi.

Namun, perluasan peran angkot tetap akan disertai evaluasi terhadap legalitas dan kelayakan kendaraan. 

Dishub berencana membentuk tim untuk memeriksa perizinan serta kondisi armada, termasuk memastikan kendaraan memenuhi persyaratan Uji Kendaraan Bermotor (KIR).

Fadli menyebut kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan kelayakan tidak diperbolehkan beroperasi. 

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan layanan angkutan umum tetap aman bagi pengemudi maupun penumpang.

Dengan pembagian rute yang lebih terarah, Dishub berharap angkot dapat mengambil peran dalam jaringan transportasi yang terintegrasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan angkutan umum di Balikpapan. (Adv)