PJJ di Kutim Berlanjut, Disdikbud Tunggu Kabut Asap Mereda

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Terlihat kabut di wilayah Bukit pelangi hingga perkotaan Sangatta Kutai Timur yang diduga dari Karhutla. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Terlihat kabut di wilayah Bukit pelangi hingga perkotaan Sangatta Kutai Timur yang diduga dari Karhutla. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

PJJ di Kutim Berlanjut, Disdikbud Tunggu Kabut Asap Mereda

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Terlihat kabut di wilayah Bukit pelangi hingga perkotaan Sangatta Kutai Timur yang diduga dari Karhutla. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Terlihat kabut di wilayah Bukit pelangi hingga perkotaan Sangatta Kutai Timur yang diduga dari Karhutla. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

PJJ di Kutim Berlanjut, Disdikbud Tunggu Kabut Asap Mereda

Terlihat kabut di wilayah Bukit pelangi hingga perkotaan Sangatta Kutai Timur yang diduga dari Karhutla. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin 

SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutim belum menentukan waktu berakhirnya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 

Siswa masih harus belajar dari rumah sambil menunggu kondisi kabut asap di sejumlah kecamatan mereda atau membaik.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono mengatakan pihaknya masih mengevaluasi pelaksanaan PJJ dalam satu hingga dua hari terakhir. 

Meski kondisi di sejumlah wilayah mulai menunjukkan perkembangan, belum semua daerah dinilai siap kembali melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Sudah satu, dua hari kita evaluasi. Mudah-mudahan kondisi semakin membaik sehingga kita bisa segera melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ujar Mulyono.

Ia menegaskan, keputusan untuk kembali ke sekolah akan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan. 

Namun, ia belum merinci kecamatan yang masih terdampak asap karena situasinya dapat berubah sewaktu-waktu.

Selama PJJ berlangsung, Mulyono menilai guru, sekolah dan orang tua telah memiliki pengalaman mendampingi siswa belajar dari rumah, terutama sejak pandemi Covid-19.

“Saya rasa sampai hari ini tidak ada keluhan terkait pembelajaran. Yang ada keluhan mungkin kerepotan saja. Itu karena anaknya harus belajar di rumah,” katanya.

Sebagai informasi, Disdikbud Kutim masih memantau kondisi di sejumlah wilayah sebelum menetapkan jadwal pembelajaran tatap muka.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan seluruh siswa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.