Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Kekayaan alam Kampung Panaan, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau turut mencuri perhatian melalui stan Kecamatan Kelay dalam gelaran Berau Expo 2026.
Salah satu produk unggulan yang diperkenalkan kepada pengunjung adalah madu asli yang dihasilkan dari potensi alam setempat.
Kehadiran madu Panaan menjadi salah satu upaya memperkenalkan hasil alam kampung kepada masyarakat luas. Produk ini sekaligus menunjukkan bahwa wilayah pedalaman Berau menyimpan potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Madu yang dikenal sebagai salah satu hasil alam unggulan tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Selain dimanfaatkan sebagai pemanis alami, madu juga banyak diminati masyarakat untuk menunjang kebutuhan sehari-hari sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Melalui pameran ini, masyarakat tidak hanya dapat mengenal produk khas Kampung Panaan, tetapi juga melihat peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Produk hasil alam seperti madu berpeluang menjadi sumber pendapatan masyarakat apabila didukung promosi, pengemasan, serta pemasaran yang lebih luas.
Camat Kelay, Saleh turut membawa potensi Kampung Panaan ke tengah masyarakat melalui partisipasi dalam Berau Expo 2026.
Pameran tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan alam dari kampung-kampung di wilayah Kelay yang belum banyak diketahui masyarakat luar.
Tidak hanya menjadi ajang promosi, stan Kecamatan Kelay juga menjadi sarana untuk menunjukkan keragaman potensi wilayah, mulai dari hasil hutan hingga produk lokal yang dapat dikembangkan sebagai komoditas unggulan.
“Promosi melalui kegiatan seperti Berau Expo kami harap mampu membuka peluang pasar baru bagi produk Kampung Panaan,” ucapnya.
Dengan semakin dikenalnya madu lokal, potensi alam yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedalaman dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Ke depan, pengembangan produk lokal perlu diiringi upaya menjaga kelestarian lingkungan agar sumber daya alam tetap terpelihara.
“Dengan begitu, kekayaan alam Kampung Panaan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Adv)



