Gairahkan Ekonomi Kreatif, Disporapar Paser Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Barista

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Disporapar Paser melaksanakan pelatihan sekaligus uji sertifikasi profesi barista. (Foto : Luthfi/Pusaranmedia.com)
Disporapar Paser melaksanakan pelatihan sekaligus uji sertifikasi profesi barista. (Foto : Luthfi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Gairahkan Ekonomi Kreatif, Disporapar Paser Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Barista

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Disporapar Paser melaksanakan pelatihan sekaligus uji sertifikasi profesi barista. (Foto : Luthfi/Pusaranmedia.com)
Disporapar Paser melaksanakan pelatihan sekaligus uji sertifikasi profesi barista. (Foto : Luthfi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Gairahkan Ekonomi Kreatif, Disporapar Paser Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Barista

Disporapar Paser melaksanakan pelatihan sekaligus uji sertifikasi profesi barista. (Foto : Luthfi/Pusaranmedia.com)

Reporter : Muhammad Luthfi | Editor : Buniyamin 

TANA PASER - Semangat warga Paser belajar meracik kopi ternyata luar biasa, membuat Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser menyelenggarakan pelatihan, sekaligus uji sertifikasi profesi barista.

Kepala Disporapar Paser, Kurniawan mengatakan ini dilakukan sebagai langkah nyata meningkatkan keterampilan masyarakat dan membuka peluang kerja baru di sektor ekonomi kreatif.

 

"Melihat semakin menjamurnya kafe dan tempat minum kopi yang dikelola anak muda di Paser, pelatihan ini sangat dibutuhkan agar masyarakat memiliki keahlian yang mumpuni," kata Kurniawan, Rabu (21/10/2026).

Tren budaya kopi bukan sekadar gaya hidup semata, melainkan peluang ekonomi yang nyata. Dengan bekal keterampilan yang tepat, warga diharapkan dapat memanfaatkannya, baik untuk bekerja maupun membangun usaha sendiri.

Plt Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Paser, Khairuddin mengatakan pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan profesionalisme para pembuat kopi di Bumi Daya Taka.

“Selama ini banyak barista belajar secara mandiri, sehingga standar kemampuannya belum terukur. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kompetensi mereka menjadi terjamin dan diakui secara resmi,” tuturnya.

Langkah ini diharapkan dapat semakin mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Paser sekaligus memperluas lapangan kerja bagi masyarakat, terutama kaum muda.

Disporapar ingin memastikan SDM di Paser tidak hanya terampil, tetapi juga kompeten dan siap bersaing memanfaatkan peluang dari berkembangnya industri kopi di daerah.

Antusiasme warga sangat tinggi, tercatat 60 orang mendaftar, tapi karena keterbatasan kapasitas tempat, hanya 30 peserta yang terpilih mengikuti pelatihan ini.

Narasumber yang dihadirkan berasal dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Parsi. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, dibuka pada Selasa, (20/10/2026) di Knuffa, Kecamatan Tanah Grogot.