Disdikpora PPU Bakal Tingkatkan Kompetensi Guru Muatan Lokal Bahasa Paser

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Disdikpora PPU Bakal Tingkatkan Kompetensi Guru Muatan Lokal Bahasa Paser

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Disdikpora PPU Bakal Tingkatkan Kompetensi Guru Muatan Lokal Bahasa Paser 

Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah menerapkan mata pelajaran muatan lokal bahasa Paser sejak 2020. 

Penerapan muatan lokal bahasa Paser di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih terkendala tenaga guru yang memiliki kemampuan berbahasa Paser. 

Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat mengatakan Disdikpora PPU berencana memprogramkan peningkatan kemampuan bahasa Paser bagi guru yang ditugaskan untuk mengajar bahasa lokal PPU tersebut. 

Sebab, guru yang ditugaskan untuk mengajar bahasa Paser tidak semuanya berlatar belakang suku Paser. 
"Kami berencana memprogramkan pelatihan bahasa Paser bagi tenaga guru agar pengajaran muatan lokal ini berjalan optimal,” kata Durajat, Rabu (21/10/2026). 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU menerapkan mata pelajaran muatan lokal bahasa Paser di tingkat SD dan SMP sebagai upaya melestarikan bahasa daerah asli PPU agar tetap lestari di tengah modernisasi.

Namun, kata dia, dalam proses penerapan muatan lokal ini, PPU terkendala tenaga guru. Karena, belum ada guru memiliki latar belakang sarjana bahasa Paser. 

Untuk mengatasi hal tersebut, Disdikpora PPU terpaksa menugaskan guru kelas memiliki kemampuan berbahasa Paser yang aktif maupun pasif agar muatan lokal bahasa Paser bisa berjalan di setiap sekolah. 

“Guru yang ditugaskan mengajar muatan lokal bahasa Paser tidak semuanya memiliki kemampuan berbahasa Paser,” terangnya. 

Meski muatan lokal bahasa Paser telah diterapkan beberapa tahun, kata Durajat, siswa yang tidak memiliki latar belakang suku Paser belum mampu menerapkan bahasa Paser dalam percakapan sehari-hari. 

“Hasil evaluasi kami, penerapan bahasa Paser belum optimal karena belum banyak siswa menguasai bahasa Paser. Langkah yang harus dilakukan adalah peningkatan kemampuan guru bahasa Paser supaya siswa mendapatkan pengajaran yang optimal sehingga nantinya diharapkan mampu menguasai bahasa Paser,” pungkasnya. (Adv)