Pemkot Bontang Tekankan Peran Santri dalam Membangun Generasi Berilmu dan Berakhlak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Bontang Tekankan Peran Santri dalam Membangun Generasi Berilmu dan Berakhlak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Bontang Tekankan Peran Santri dalam Membangun Generasi Berilmu dan Berakhlak

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mendorong santri berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. 

Pesan itu menjadi penekanan dalam Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman Kantor DPMPTSP Bontang, Kamis (22/10/2026).

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris yang bertindak sebagai pembina apel mewakili Wali Kota Neni Moerniaeni. 

Dalam kesempatan tersebut, Agus membacakan amanat Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Amanat itu menekankan bahwa tantangan santri saat ini tidak lagi terbatas pada perjuangan fisik, tetapi juga kemampuan menjawab perkembangan zaman melalui pendidikan, teknologi dan inovasi.

“Hari ini, santri harus menguatkan negeri tidak hanya dengan perjuangan fisik, tetapi melalui ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta akhlak mulia,” demikian isi amanat Menteri Agama yang dibacakan Agus Haris.

Santri juga diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa meninggalkan tradisi luhur pesantren. Peran tersebut dinilai penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045.

Selain menjadi lembaga pendidikan keagamaan, pesantren memiliki fungsi strategis dalam dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama diharapkan semakin memperkuat ketiga fungsi tersebut.

Peringatan Hari Santri juga menjadi pengingat atas Resolusi Jihad yang dimaklumatkan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Seruan tersebut menjadi salah satu pemantik perlawanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang kemudian mencapai puncaknya dalam pertempuran 10 November 1945.

Menteri Agama menegaskan, semangat perjuangan santri memiliki relevansi bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam menjaga persatuan dan kecintaan terhadap tanah air.

“Hari Santri bukan hanya milik santri atau umat Islam semata, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan dan mencintai tanah airnya,” tegasnya dalam amanat tersebut.

Apel yang berlangsung di Jalan Awang Long itu diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Bontang Sony Suwito Adicahyono, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Kantor Kementerian Agama Bontang, para kiai, pimpinan organisasi masyarakat Islam, pengasuh pondok pesantren, serta ratusan santri se-Kota Bontang.

Momentum Hari Santri diharapkan memperkuat kontribusi pesantren dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak dan semangat kebangsaan.