Hari Santri, Wawali Balikpapan Dorong Santri Perkuat Karakter dan Lawan Disinformasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Upacara peringatan Hari Santri digelar di halaman Balai Kota Balikpapan, Kamis (22/10/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Upacara peringatan Hari Santri digelar di halaman Balai Kota Balikpapan, Kamis (22/10/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Hari Santri, Wawali Balikpapan Dorong Santri Perkuat Karakter dan Lawan Disinformasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Upacara peringatan Hari Santri digelar di halaman Balai Kota Balikpapan, Kamis (22/10/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Upacara peringatan Hari Santri digelar di halaman Balai Kota Balikpapan, Kamis (22/10/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Hari Santri, Wawali Balikpapan Dorong Santri Perkuat Karakter dan Lawan Disinformasi

Upacara peringatan Hari Santri digelar di halaman Balai Kota Balikpapan, Kamis (22/10/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mendorong para santri memperkuat karakter, keimanan dan ketakwaan agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan di media sosial.

Ini disampaikannya saat upacara peringatan Hari Santri di halaman Balai Kota Balikpapan, Kamis (22/10/2026).

Bagus Susetyo mengatakan perjuangan santri pada masa kemerdekaan yang dilakukan melalui Resolusi Jihad kini perlu dilanjutkan dengan kontribusi dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk derasnya arus informasi digital.

Ia mengingatkan kembali peran Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang mencetuskan Resolusi Jihad pada 1945 sebagai seruan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Kalau dulu mengusir penjajah dalam perang secara fisik, sekarang para santri dan pondok pesantren diharapkan bisa meningkatkan karakter santri, tetap belajar, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan keilmuan Islam," ucap Bagus.

Menurutnya, penguatan karakter menjadi penting agar santri memiliki pegangan dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar. 

Terlebih, media sosial kini menjadi salah satu sumber informasi yang mudah diakses masyarakat, tetapi tidak seluruh informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.

Ia berharap para santri dapat mengambil peran dalam memerangi disinformasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. 

Dengan bekal ilmu dan karakter yang kuat, santri diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial.

"Harapannya, karakter atau pribadi para santri ini kokoh untuk tidak terjerumus dan tidak terpengaruh dengan lingkungan-lingkungan yang tidak baik," katanya.

Bagus menambahkan, peran santri juga diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang sedang menghadapi berbagai persoalan. 

Melalui pendidikan dan nilai-nilai keagamaan, santri dapat membantu menyebarkan informasi yang benar serta membangun lingkungan yang lebih baik.

Pemkot Balikpapan sebelumnya juga menggelar doa istigasah pada Rabu malam sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri.

Peringatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri sekaligus memperkuat kontribusi mereka dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Adv)