Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin
SANGATTA – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kutim masih menunggu kesiapan lahan di kawasan Simono Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara.
Sambil menunggu proses itu, Pemkab Kutim menyiapkan Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur (STIPER) sebagai lokasi sekolah rintisan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutim, Trisno mengatakan persiapan Sekolah Rakyat saat ini mencakup dua hal, yakni penyiapan sekolah rintisan di STIPER dan penyelesaian dokumen pembangunan di Simono.
Menurutnya, STIPER dipilih setelah dilakukan pengecekan bersama Wakil Bupati Kutim. Hasil pengecekan menunjukkan lokasi tersebut memenuhi kualifikasi untuk digunakan sebagai tempat rintisan.
“Dinas Sosial saat ini sementara menyiapkan dua hal. Yang pertama terkait dengan penyiapan sekolah rintisan yang di STIPER, yang kedua adalah penyelesaian berkas-berkas dokumen terhadap pembangunan Sekolah Rakyat yang ada di Simono,” ujar Trisno.
Sementara persiapan pembangunan di Simono melibatkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Kedua perangkat daerah tersebut menyiapkan lahan, termasuk proses pematangannya sebelum pembangunan fisik dimulai.
Trisno menjelaskan, pembangunan fisik Sekolah Rakyat akan dilakukan pemerintah pusat setelah lahan dinyatakan siap.
Karena itu, pematangan lahan menjadi salah satu tahapan yang harus diselesaikan sebelum pembangunan dilaksanakan.
“Sekolah Rakyat sementara berjalan dan saat ini masih progres untuk di lapangan. Sekolah Rakyat sendiri pematangan lahan karena memang pemerintah pusat itu akan membangun pada saat lahan sudah siap dibangun,” katanya.
Dengan demikian, penyiapan sekolah rintisan di STIPER dan penyelesaian persyaratan pembangunan di Simono berjalan sebagai bagian dari persiapan program Sekolah Rakyat di Kutim.


