KRI Tawau dan KADIN Nunukan Siapkan Forum Bisnis Lintas Batas, Bidik Pasar Sabah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala KRI Tawau Dino Nurwahyudin saat bertemu dengan pengurus KADIN Nunukan (Foto: KRI Tawau)
Kepala KRI Tawau Dino Nurwahyudin saat bertemu dengan pengurus KADIN Nunukan (Foto: KRI Tawau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

KRI Tawau dan KADIN Nunukan Siapkan Forum Bisnis Lintas Batas, Bidik Pasar Sabah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala KRI Tawau Dino Nurwahyudin saat bertemu dengan pengurus KADIN Nunukan (Foto: KRI Tawau)
Kepala KRI Tawau Dino Nurwahyudin saat bertemu dengan pengurus KADIN Nunukan (Foto: KRI Tawau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

KRI Tawau dan KADIN Nunukan Siapkan Forum Bisnis Lintas Batas, Bidik Pasar Sabah

Kepala KRI Tawau Dino Nurwahyudin saat bertemu dengan pengurus KADIN Nunukan (Foto: KRI Tawau)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin

NUNUKAN – Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Nunukan menjajaki penguatan kerja sama perdagangan lintas batas antara Indonesia dan Malaysia.

Langkah ini diarahkan untuk membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal Nunukan sekaligus mengatasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha di kawasan perbatasan.

Kepala KRI Tawau Dino Nurwahyudin mengatakan, salah satu agenda yang mengemuka dalam pertemuan itu yakni rencana penyelenggaraan forum bisnis pada akhir November 2026. 

"Selain memperluas jejaring bisnis, forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi peluang perdagangan, memperkenalkan produk unggulan daerah, serta menjajaki kerja sama yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di kedua wilayah," ujar Dino kepada pusaranmedia.com, Kamis (22/10/2026).

Dino menjelaskan bahwa di balik besarnya potensi perdagangan lintas batas, pelaku usaha Nunukan masih menghadapi sejumlah persoalan. Mulai dari kepastian prosedur perdagangan, persyaratan dokumen, ketentuan kepabeanan dan karantina hingga keterbatasan akses informasi bagi pedagang kecil dan pelaku UMKM.

"Persoalan logistik juga menjadi perhatian, terutama terkait transportasi laut dan keterbatasan muatan balik yang berpotensi memengaruhi efisiensi distribusi barang," ujarnya.

KADIN Nunukan turut menyoroti perlunya pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan Border Trade Agreement (BTA) Indonesia–Malaysia.

Penjelasan mengenai cakupan perjanjian, mekanisme perdagangan, jenis komoditas, serta persyaratan yang berlaku dinilai penting agar pelaku usaha dapat menjalankan aktivitas perdagangan sesuai ketentuan resmi.

"Kesamaan pemahaman terhadap regulasi kedua negara diperlukan untuk mengurangi kendala administratif sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam mengembangkan kegiatan ekonomi di kawasan perbatasan," ucap Dino.

Sebagai perwakilan resmi Pemerintah Republik Indonesia di Tawau, Dino memastikan bahwa KRI siap menjadi jembatan komunikasi dan diplomasi ekonomi, termasuk membantu pertukaran informasi, menjajaki hubungan dengan mitra usaha setempat, serta mendukung promosi produk Indonesia di Sabah.

Namun, pelaksanaan perdagangan tetap harus mengacu pada ketentuan yang berlaku. Informasi mengenai perizinan, kepabeanan, karantina dan persyaratan teknis lainnya perlu dikonfirmasi kepada otoritas terkait di masing-masing negara.

"Selain membahas hambatan perdagangan, pertemuan ini juga mengidentifikasi peluang untuk memperluas pemasaran produk unggulan Nunukan ke Tawau dan wilayah Sabah," pungkasnya.