Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Sebuah ponton bermuatan batu bara menabrak rumah dan keramba milik warga di Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 15.15 Wita.
Insiden yang terjadi di depan SD 006 Desa Loa Duri Ulu itu mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah. Selain itu, dua kelompok keramba milik warga turut terdampak dalam kejadian tersebut.
Ketua RT 03 Desa Loa Duri Ulu, Andre Mansah, mengatakan informasi kejadian diterimanya dari relawan saat dirinya sedang mengikuti rapat di kantor desa.
Mendapat laporan tersebut, ia kemudian mengetahui bahwa ponton bermuatan batu bara menabrak rumah dan keramba milik warga di wilayah RT yang dipimpinnya.
“Jadi gini, kita tadi kan kebetulan ada rapat di desa, dapat informasi dari relawan bahwa ada salah satu ponton atau takbut nabrak rumah warga dengan keramba warga,” ungkap Andre.
Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, insiden tersebut diduga terjadi karena ponton kehilangan kendali atau tali pengikatnya terlepas. Namun, penyebab pasti kejadian itu masih belum diketahui.
“Ya betul, kebetulan ponton batu bara itu kan dari ulu mengarah ke hilir. Nah, informasi yang kita dapat itu talinya kayaknya lepas, tali ponton itu,” jelasnya.
Andre menyebut, dampak kejadian sementara teridentifikasi pada sekitar empat hingga lima rumah warga. Kerusakan yang dialami bangunan tersebut tergolong parah, bahkan sebagian besar rumah yang terdampak mengalami kerusakan serius.
Sementara itu, terdapat dua kelompok keramba warga yang turut menjadi korban tabrakan ponton tersebut.
“Ini sekitar empat atau lima rumah, kalau keramba itu ada dua kelompok. Terus kalau rumah ya rusak parah, rusak parah itu hampir semua,” katanya.
Pasca kejadian, unsur pemerintah desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pihak terkait lainnya, termasuk unsur polairud, berada di lokasi untuk menangani kejadian tersebut.
Hingga Kamis sore, total kerugian yang dialami warga belum dapat dipastikan. Pendataan masih diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan bangunan, kondisi keramba, serta nilai kerugian material yang ditimbulkan.
Andre mengatakan pihaknya belum mengumpulkan data secara menyeluruh terkait nilai kerugian masing-masing warga. Meski demikian, ia memastikan kerusakan rumah yang terjadi cukup parah.
“Belum ditotalkan berapa kerugian warganya, yang jelas kita belum kumpulkan data-data apa-apa saja yang nominal berapa. Yang jelas ini rumah rusak parah, ini lumayan, hampir rata-rata rusak parah,” pungkasnya.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga setempat, mengingat tabrakan ponton tidak hanya berdampak pada tempat tinggal, tetapi juga keramba yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar sungai.


