Bulan Depan, Disbudpar PPU Gelar Festival Belian Adat Nondoi 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Disbudpar PPU, Safwana. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Kepala Disbudpar PPU, Safwana. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Bulan Depan, Disbudpar PPU Gelar Festival Belian Adat Nondoi 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Disbudpar PPU, Safwana. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Kepala Disbudpar PPU, Safwana. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Bulan Depan, Disbudpar PPU Gelar Festival Belian Adat Nondoi 2026

Kepala Disbudpar PPU, Safwana. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Lembaga Adat Paser (LAP) PPU menggelar Festival Belian Adat Paser Nondoi 2026. 

Kepala Disbudpar PPU, Safwana mengatakan, Festival Belian Adat Paser Nondoi akan digelar di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam pada 9-12 November 2026. 

“Festival Belian Adat Paser Nondoi akan dilaksanakan selama empat hari,’ kata Safwana, Kamis (22/10/2026). 

Safwana mengungkapkan, festival tahunan ini akan diisi berbagai kegiatan budaya seperti parade budaya, pentas seni tari serta ritual belian atau bersih-bersih kampung. 

“Saat ini kami bersama LAP tengah melakukan persiapan penyelenggaraan Festival Belian Adat Paser Nondoi,” ujarnya. 

Safwana mengungkapkan, Festival Belian Adat Paser Nondoi merupakan ritual bersih-bersih kampung yang dilakukan masyarakat suku Paser. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya pemerintah daerah untuk melestarikan adat dan budaya lokal. 

Disbudpar PPU akan melibatkan beberapa sanggar seni dan budaya yang ada di Benuo Taka untuk mengisi kegiatan seni mulai dari pembukaan hingga penutupan festival. 

“Festival ini dilaksanakan tidak hanya bertujuan melestarikan budaya asli PPU, tetapi juga salah satu upaya untuk menarik wisatawan untuk berkunjung ke PPU,” terangnya. 

Festival Belian Adat Paser Nondoi 2026 juga akan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pemerintah daerah akan menyiapkan tempat berjualan bagi UMKM di sekitar lokasi penyelenggaraan festival. 

Diharapkan selama festival berlangsung, UMKM memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempromosikan produknya kepada masyarakat. 

“Festival ini juga disediakan tempat berjualan untuk UMKM. Kami harap pelaku UMKM yang hendak berpartisipasi segera berkoordinasi dengan Disbudpar. Kami ingin penyelenggaraan festival ini memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat, khususnya bagi UMKM. ” pungkasnya. (Adv)