Peluang Bisnis Ternak Kaltim, DPKH Minta Peternak Lokal Ambil Alih Pasar Daging Kambing dan Domba

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala DPKH Kaltim, Arief Murdiyatno. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala DPKH Kaltim, Arief Murdiyatno. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Peluang Bisnis Ternak Kaltim, DPKH Minta Peternak Lokal Ambil Alih Pasar Daging Kambing dan Domba

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala DPKH Kaltim, Arief Murdiyatno. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala DPKH Kaltim, Arief Murdiyatno. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Peluang Bisnis Ternak Kaltim, DPKH Minta Peternak Lokal Ambil Alih Pasar Daging Kambing dan Domba

Kepala DPKH Kaltim, Arief Murdiyatno. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong para peternak lokal untuk mengambil peluang bisnis pasar daging kambing dan domba yang pasokannya masih didominasi oleh pengiriman dari luar daerah.

Langkah ini dinilai strategis mengingat tingginya angka konsumsi masyarakat Kaltim terhadap komoditas daging alternatif tersebut yang terus melonjak dari tahun ke tahun.

Kepala DPKH Kaltim, Arief Murdiyatno, mengungkapkan bahwa tingkat ketergantungan pasokan ternak kambing dan domba Kaltim dari daerah lain saat ini masih berada di kisaran 80 persen. Padahal, peluang pasar di dalam daerah sangat potensial untuk digarap peternak lokal. 

Arief menyebut kebutuhan masyarakat dalam satu tahun sangat besar, bisa mencapai puluhan ribu ekor untuk kebutuhan pasar tradisional, akikah, pesta pernikahan, hingga sektor hotel, restoran dan katering. 

"Kita baru bisa suplai sekitar 20 persen. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi peternak lokal untuk bertumbuh dan mengambil alih peran pasar," ujar Arief. 

Untuk memangkas ketergantungan pasokan luar daerah secara bertahap, DPKH Kaltim berkolaborasi dengan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kaltim guna memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir.

"Kita dorong agar populasi lokal naik bertahap dari 20 persen menjadi 40 persen, hingga nantinya suplai terbesar bisa dipenuhi secara mandiri oleh peternak kita," terangnya.

Skema penataan ini mencakup perbaikan tata kelola budi daya, efisiensi pakan ternak, penyediaan off-taker (pembeli siaga) hingga diversifikasi produk turunan seperti pupuk organik, susu kambing, hingga usaha katering dan akikah.

Menurutnya, sektor ini memiliki nilai ekonomi tinggi (high value) yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan lahan daerah, salah satunya lewat skema integrasi peternakan di kawasan perkebunan kelapa sawit.

Guna memastikan produk lokal mampu bersaing secara harga dan kualitas dengan ternak luar daerah, DPKH Kaltim bersama HPDKI juga merancang perbaikan genetik ternak menggandeng akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul).

Fokus kerja sama ini menyasar pada riset genetik jenis domba unggul yang cepat beradaptasi dengan iklim Kaltim serta memiliki tingkat pertumbuhan bobot harian yang tinggi. Langkah ini diharapkan dapat memperpendek masa panen sekaligus menekan biaya operasional pakan peternak.

"Melalui perbaikan pakan dan genetik unggul, masa panen bisa lebih cepat sehingga biaya produksi peternak kita jauh lebih efisien dan harga di pasar bisa bersaing," pungkas Arief.