Banner ADV

305 Alumni Pelatihan di Kukar Berpeluang Bekerja ke Luar Negeri

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

305 Alumni Pelatihan di Kukar Berpeluang Bekerja ke Luar Negeri

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

305 Alumni Pelatihan di Kukar Berpeluang Bekerja ke Luar Negeri

Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Alumni pelatihan kompetensi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berpeluang memperluas karier hingga ke pasar kerja di luar negeri.

Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar mulai menyiapkan pendataan untuk menjaring peserta yang berminat bekerja di luar negeri.

Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza mengatakan terdapat 305 orang yang telah mengikuti pelatihan kompetensi melalui pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada 2026. Mereka akan menjadi sasaran awal pendataan untuk mengetahui minat terhadap peluang kerja di luar negeri.

Menurutnya, pelatihan yang telah diberikan perlu dioptimalkan agar tidak hanya menghasilkan tenaga kerja terampil, tetapi juga membuka akses terhadap kesempatan kerja yang lebih luas.

“Di 2026 ini, ada 305 orang yang sudah kita latih melalui APBD. Mereka akan kita panggil dan kita gali lebih dalam peminatannya melalui Zoom Meeting, apakah mereka berminat bekerja di luar negeri,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Dendy menjelaskan, alumni yang berminat berpeluang mengikuti program fasilitasi dari Kementerian Ketenagakerjaan. Program tersebut mencakup pelatihan lanjutan, proses keberangkatan hingga pengurusan perizinan untuk bekerja di luar negeri.

Ia menegaskan, fasilitasi tersebut diberikan secara gratis sehingga dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses pasar kerja internasional tanpa dibebani biaya program yang difasilitasi pemerintah.

“Ketika mereka berminat bekerja di luar negeri, nanti akan terfasilitasi mulai dari keberangkatannya, pelatihannya sampai dengan perizinannya oleh Kementerian Tenaga Kerja. Program ini gratis,” jelasnya.

Distransnaker Kukar berencana meningkatkan keterlibatan dalam program tersebut mulai akhir 2026 hingga sepanjang 2027.

Selain alumni yang dibiayai APBD, pihaknya juga akan menggali potensi peserta pelatihan yang memperoleh dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Meski membuka peluang lebih luas, Dendy menekankan bahwa calon tenaga kerja tetap harus melewati proses seleksi.

Tahapan tersebut akan dilaksanakan oleh kementerian dan dapat melibatkan dinas tenaga kerja di tingkat kabupaten maupun kota.

Untuk mekanisme pendaftaran, calon peserta nantinya diarahkan menggunakan aplikasi Siap Kerja milik Kementerian Ketenagakerjaan. Tapi Distransnaker Kukar masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut mengenai persyaratan dan tahapan pendaftaran.

Verifikasi lapangan juga dimungkinkan untuk memastikan calon peserta memenuhi ketentuan program. Karena itu, masyarakat yang berminat diharapkan mempersiapkan diri dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.

Perkembangan program akan disampaikan melalui media sosial resmi Distransnaker Kukar. Informasi tersebut diharapkan membantu alumni pelatihan mengetahui persyaratan dan kesempatan yang tersedia.

Dendy berharap, rencana ini dapat menjadi salah satu upaya untuk menghubungkan keterampilan yang dimiliki masyarakat dengan kebutuhan tenaga kerja di luar negeri. Dengan demikian, pelatihan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah dapat memberikan manfaat lebih luas dalam meningkatkan kesempatan kerja.

“Kami ingin pelatihan yang sudah diberikan bisa membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, kami akan menggali minat para alumni terlebih dahulu dan mengikuti petunjuk dari kementerian agar program ini dapat dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya. (Adv)