Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan
BONTANG – Angka anemia pada remaja putri yang menjadi sasaran program TRABAS STUNTING PT Kaltim Industrial Estate (KIE) turun dari 38,4 persen pada 2025 menjadi sekitar 19 persen pada 2026. Capaian ini menjadi salah satu hasil program yang berfokus pada pencegahan stunting sejak usia remaja.
Upaya tersebut diperkuat melalui Lokakarya BERSERI (Bina Remaja Kreatif, Sehat, dan Mandiri) yang dibuka Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, di Ruang Tropical Hotel Grand Equator, Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara.
Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT KIE itu telah memasuki tahun kedua. Pelaksanaannya melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, keluarga, dan dunia usaha untuk meningkatkan kesehatan serta kualitas hidup remaja.
Kepala UPT BLUD Puskesmas Bontang Utara 2, dr. Dwi Yanti, mengatakan BERSERI dikembangkan dari kegiatan sebelumnya yang berfokus pada penanganan anemia remaja putri dan edukasi gizi melalui konsep Isi Piringku.
Tahun ini, intervensi diperluas secara lebih menyeluruh dengan menyasar 50 siswa dari MTs Al-Amin Loktuan, SMP Immanuel Loktuan, SMP Nurul Iman Loktuan, dan SMP Negeri 9 Guntung.
Materi yang diberikan mencakup edukasi anemia, gizi seimbang, pernikahan dan kehamilan dini, serta kesehatan mental. Program juga melibatkan orang tua melalui edukasi, disertai pemberian tablet tambah darah dan perlengkapan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS Kit).
Selain persoalan anemia, hasil skrining kesehatan turut menunjukkan perlunya perhatian dan pendampingan berkelanjutan terhadap kesehatan mental sebagian remaja.
Direktur Operasional dan Bisnis PT KIE, Indra Kusumawardhana, menyebut program TRABAS STUNTING sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas kesehatan pelajar SMP, khususnya di Kelurahan Loktuan dan Guntung.
Dalam kegiatan tersebut, PT KIE menyerahkan UKS Kit secara simbolis kepada Agus Haris untuk diteruskan kepada Kepala SMP Nurul Iman sebagai perwakilan sekolah penerima. Bantuan itu diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah.
Agus Haris mengapresiasi keterlibatan PT KIE dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Ia menegaskan pencegahan stunting perlu dilakukan sejak remaja melalui pemenuhan gizi, perhatian terhadap kesehatan fisik, serta penguatan kondisi mental dan emosional.
Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan perusahaan, sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan.
“Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat agar program yang dijalankan pemerintah dan perusahaan saling mendukung serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda Bontang,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Pemerintah Kota Bontang berharap program serupa dapat terus diperkuat untuk meningkatkan kesehatan remaja sekaligus mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.


