Menteri PU Kunjungi Krayan, Jalan Krayan–Malinau Ditargetkan Mulai Digarap 2027

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau akses jalan di Krayan. (Foto: Camat Krayan)
Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau akses jalan di Krayan. (Foto: Camat Krayan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Menteri PU Kunjungi Krayan, Jalan Krayan–Malinau Ditargetkan Mulai Digarap 2027

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau akses jalan di Krayan. (Foto: Camat Krayan)
Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau akses jalan di Krayan. (Foto: Camat Krayan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Menteri PU Kunjungi Krayan, Jalan Krayan–Malinau Ditargetkan Mulai Digarap 2027

Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau akses jalan di Krayan. (Foto: Camat Krayan)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Percepatan pembangunan jalan penghubung Krayan–Malinau menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat Dataran Tinggi Krayan yang disampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat berkunjung ke Krayan.

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyuarakan kebutuhan infrastruktur yang selama ini menjadi kendala dalam membuka keterisolasian wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Camat Krayan, Ronny Firdaus, mengatakan pembangunan jalan Krayan–Malinau menjadi salah satu usulan prioritas. Ia berharap pekerjaan fisik dapat dimulai pada tahun anggaran 2027 dengan menggunakan dua titik pengerjaan yang bergerak dari arah berlawanan.

“Kami meminta pembangunan jalan ini dimulai pada tahun anggaran 2027 dari dua titik berlawanan. Titik pertama dari ujung jalan nasional beraspal di Long Bawan menuju Malinau, sedangkan titik kedua dari arah Malinau menuju Krayan. Dengan demikian, kedua pekerjaan tersebut nantinya dapat bertemu,” ujar Ronny kepada pusaranmedia.com, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, skema pengerjaan dari dua arah tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan akses jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat Krayan. Keberadaan jalur penghubung itu dinilai strategis untuk memperlancar mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan.

Selain jalan Krayan–Malinau, masyarakat juga mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan lingkar yang menghubungkan lima kecamatan di wilayah Krayan. 

Peningkatan konektivitas kecamatan dinilai penting untuk menunjang pelayanan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan ekonomi di kawasan Dataran Tinggi Krayan.

"Persoalan banjir tahunan juga menjadi perhatian dalam usulan pembangunan infrastruktur kepada Kementerian PU. Salah satu kebutuhan mendesak yang disampaikan ialah pembangunan jembatan layang (flyover) di Pa Bawan," ujarnya.

Ronny menjelaskan, ruas jalan di Pa Bawan merupakan jalur utama penghubung antarkecamatan sekaligus bagian penting dari pergerakan ekonomi masyarakat Krayan Raya. Kondisi banjir yang berulang setiap tahun berpotensi menghambat akses transportasi dan aktivitas warga.

“Kami meminta pembangunan jembatan layang di Pa Bawan karena jalan tersebut merupakan jalur utama penghubung dan jalur ekonomi di wilayah Krayan Raya. Infrastruktur ini diperlukan untuk mengantisipasi banjir yang terjadi setiap tahun,” bebernya.

Di sektor pertanian, masyarakat turut mendorong pembenahan jaringan irigasi persawahan. Selama ini, pengelolaan lahan pertanian di Krayan masih sangat bergantung pada curah hujan karena belum ditunjang sistem irigasi yang memadai.

Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi keberlanjutan produksi pertanian, termasuk komoditas unggulan beras Adan yang menjadi salah satu identitas ekonomi masyarakat setempat.

Karena itu, pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi diharapkan menjadi bagian dari perhatian pemerintah pusat dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta menjaga kesejahteraan petani.

Ronny berharap aspirasi mengenai pembangunan jalan Krayan–Malinau, peningkatan akses antarkecamatan, penanganan banjir di Pa Bawan, dan pembenahan irigasi dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan Kementerian PU.

"Bagi masyarakat Krayan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar kebutuhan fisik, melainkan langkah strategis untuk mengurangi keterisolasian, memperkuat konektivitas kawasan perbatasan dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas," pungkasnya.