Dugaan Pencurian Kabel PJU Marak di Samarinda, Andi Harun Imbau Warga Waspada

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat meninjau bekas galian ilegal di Jalan AM Sangaji, Jumat (23/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat meninjau bekas galian ilegal di Jalan AM Sangaji, Jumat (23/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dugaan Pencurian Kabel PJU Marak di Samarinda, Andi Harun Imbau Warga Waspada

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat meninjau bekas galian ilegal di Jalan AM Sangaji, Jumat (23/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat meninjau bekas galian ilegal di Jalan AM Sangaji, Jumat (23/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dugaan Pencurian Kabel PJU Marak di Samarinda, Andi Harun Imbau Warga Waspada

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat meninjau bekas galian ilegal di Jalan AM Sangaji, Jumat (23/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Maraknya galian di badan jalan ilegal beberapa waktu ini yang ditengarai sebagai modus pencurian kabel Penerangan Jalan Umum (PJU) serta jaringan fiber optik meresahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. 

Tak hanya merusak fasilitas publik yang baru dibenahi, galian tanpa izin tersebut juga memicu jalan amblas hingga menelan korban jiwa pemakai jalan.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menduga bahwa penggalian masif tersebut dilakukan secara terencana oleh kelompok pekerja misterius yang beroperasi pada malam hari untuk mengelabui warga.

"Beberapa hari belakangan ini ada kejadian yang sangat mencurigakan. Ada penggalian badan jalan kita yang patut diduga sebagai perbuatan melawan hukum, bahkan upaya pencurian kabel," kata Andi Harun usai tinjauan di sepanjang Jalan AM Sangaji hingga Hasan Basri, Jumat (23/10/2026). 


Di Jalan Cipto Mangunkusumo, kata dia, terdapat lebih dari 60 titik galian. Ketika didesak warga, para penggali mengatasnamakan dari pihak Telkomsel.  

"Tapi setelah staf kami cross-check, tidak ada kegiatan tersebut," sambungnya.

Dari hasil pemantauan dan rekaman video yang berhasil dikumpulkan, Andi Harun menjelaskan bahwa para pelaku bekerja dalam kelompok besar berjumlah puluhan hingga ratusan orang dengan mengendarai truk serta mobil bak terbuka dan mengenakan rompi keselamatan layaknya petugas resmi.

Pola galian ilegal ini menyasar kabel tembaga di bawah tanah pada beberapa ruas jalan utama, seperti Jembatan Achmad Amins, Jalan Pahlawan, Jalan HAMM Rifaddin, hingga Jalan APT Pranoto. Usai melancarkan aksinya, para pelaku menutup galian secara asal-asalan menggunakan cor beton seadanya maupun aspal dingin.

"Model bekerja seperti ini tidak dimiliki oleh Pemkot maupun BUMN. Kalau ada kegiatan resmi, pasti ada izin dan koordinasi. Bahkan di satu-dua tempat sudah ada yang amblas dan menimbulkan korban," tegasnya. 

Dari kejadian ini, Pemkot Samarinda telah mengantongi sejumlah bukti, termasuk rekaman CCTV, plat nomor kendaraan, serta rekaman video saat para pelaku menarik kabel jaringan dari bawah tanah. Kasus dugaan tindak pidana ini kini telah dilaporkan dan ditangani oleh Polresta Samarinda.

Andi Harun juga mengimbau kepada seluruh Ketua RT dan warga Samarinda untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika menemukan adanya tanda lingkaran cat putih di badan jalan yang disinyalir sebagai pemetaan titik galian berikutnya oleh para pelaku.

"Kalau kabel PJU kita dicuri, jalanan jadi gelap dan padam dalam waktu lama karena menggantinya butuh proses anggaran APBD," pungkasnya. (Adv)