Deg-degan Menunggu Hasil Pap Smear, Junita Tetap Periksa Demi Kesehatannya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
warga Gang Nusantara Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara. (Foto: Dok.Prokopim Kutim)
warga Gang Nusantara Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara. (Foto: Dok.Prokopim Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Deg-degan Menunggu Hasil Pap Smear, Junita Tetap Periksa Demi Kesehatannya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
warga Gang Nusantara Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara. (Foto: Dok.Prokopim Kutim)
warga Gang Nusantara Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara. (Foto: Dok.Prokopim Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Deg-degan Menunggu Hasil Pap Smear, Junita Tetap Periksa Demi Kesehatannya

warga Gang Nusantara Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara. (Foto: Dok.Prokopim Kutim)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan

SANGATTA – Rasa takut tak menyurutkan langkah Junita Paimbonan, warga Gang Nusantara, untuk menjalani pemeriksaan Pap Smear gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. 

Ia memilih menghadapi kecemasan demi mengetahui kondisi kesehatannya dan menjaga kesempatan untuk terus mendampingi anak-anaknya.

Junita mengaku gugup saat menjalani pemeriksaan. Perasaan itu bahkan belum sepenuhnya hilang setelah pemeriksaan selesai, terutama ketika membayangkan hasil medis yang harus ditunggunya sekitar dua minggu.

“Takut, deg-degan juga. Apalagi nanti menunggu hasilnya. Katanya hasil pemeriksaan keluar sekitar dua minggu,” ungkap Junita, Jumat (23/10/2026).

Meski diliputi kecemasan, Junita tetap memutuskan mengikuti pemeriksaan. Ia menyadari bahwa mengetahui kondisi kesehatan sejak dini penting agar kelainan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti oleh tenaga medis.

Keputusan tersebut tidak langsung mendapat dukungan penuh dari suaminya. Junita mengaku sempat meminta pendapat sang suami sebelum menjalani pemeriksaan. 

Namun, suaminya awalnya menyarankan agar ia tidak mengikuti tes karena khawatir terhadap kemungkinan dampak yang tidak diinginkan setelah tindakan medis.

Junita berusaha meyakinkan suaminya bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan langkah antisipasi. 

Baginya, kekhawatiran terhadap hasil pemeriksaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan kesehatan.

Ada satu hal yang membuatnya tetap teguh, yakni anak-anaknya. Ia ingin menjaga kesehatan agar dapat terus mendampingi keluarga dan menyaksikan tumbuh kembang buah hatinya.

Bagi Junita, menjaga kesehatan bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan juga bagian dari tanggung jawab terhadap keluarga.

Pengalaman Junita menggambarkan bahwa rasa takut masih dapat menjadi penghalang bagi perempuan untuk memeriksakan kesehatan reproduksi. 

Namun, ia memilih menghadapi kecemasan tersebut daripada terus bertanya-tanya mengenai kondisi kesehatannya tanpa pemeriksaan.

Sebagai informasi, Pap Smear merupakan salah satu metode skrining untuk mendeteksi perubahan sel pada leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks. 

Hasil pemeriksaan tidak serta-merta menunjukkan seseorang menderita kanker, tetapi dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan atau penanganan lebih lanjut.