Reporter Siswandi Editor Buniyamin
SANGATTA – Perluasan pemeriksaan Pap Smear gratis di Kabupaten Kutim ditargetkan menjangkau 21 Puskesmas.
Program deteksi dini kanker serviks ini telah mencatat 303 perempuan yang terdaftar, dengan biaya pemeriksaan ditanggung BPJS Kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati mengatakan pemeriksaan, Pap Smear dapat dilakukan tanpa harus melalui pemeriksaan inspeksi visual dengan asam asetat (IVA test) terlebih dahulu.
Pada pelaksanaan awal, layanan tersedia di Puskesmas Teluk Lingga, Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Dinkes Kutim menargetkan pemeriksaan serupa dapat diakses di 21 puskesmas lainnya.
“Pap Smear ini gratis, alhamdulillah ditanggung BPJS Kesehatan. Jadi, kalau pasien tidak mampu, tidak perlu bingung lagi memikirkan biayanya karena sudah ditanggung,” kata Yuwana saat peluncuran layanan di Puskesmas Teluk Lingga.
Selain pemeriksaan, pencegahan kanker serviks dilakukan melalui imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) bagi anak perempuan kelas V dan VI sekolah dasar. Deteksi dini juga dapat dilakukan melalui IVA test dan Pap Smear.
Yuwana menjelaskan, IVA test menggunakan asam asetat untuk melihat perubahan pada leher rahim yang berpotensi menunjukkan kelainan.
Pap smear dilakukan dengan mengambil sampel sel leher rahim untuk mendeteksi perubahan sel abnormal.
Deputi Direksi Wilayah VIII BPJS Kesehatan, dr Herman Dinata Mihardja menjelaskan, pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan perubahan sel sebelum berkembang lebih jauh.
Jika ditemukan kelainan, maka pasien dapat menjalani pemeriksaan lanjutan untuk menentukan penanganan yang tepat.
“Harapan utama tentunya ibu-ibu semua sehat karena kalau ibu sehat, insyaallah keluarga pun sehat. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan tanda-tanda awal, bisa segera dideteksi dan diterapi sedini mungkin,” ujar Herman.
Herman berharap perluasan layanan juga mencakup 18 klinik di Kutim, baik klinik di luar perusahaan maupun yang berada di lingkungan perusahaan.


