Banner ADV

Bupati Kukar Tekankan Keberlanjutan Program Gerakan Etam Mengaji

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Bupati Kukar Tekankan Keberlanjutan Program Gerakan Etam Mengaji

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Bupati Kukar Tekankan Keberlanjutan Program Gerakan Etam Mengaji

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan Gerakan Etam Mengaji Al-Qur'an (GEMA) sebagai upaya membangun karakter dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Aulia, GEMA merupakan program yang telah berjalan cukup lama di Kukar, sehingga keberlangsungannya perlu dijaga agar manfaatnya tetap dirasakan, khususnya dalam membentuk watak dan karakter ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.

“GEMA merupakan gerakan yang sangat baik dan sudah berjalan cukup lama di Kukar. Ini harus kita kawal keberlangsungannya karena merupakan salah satu cara untuk menjaga karakter dan membangun watak para ASN di lingkungan Pemkab Kukar,” ujarnya. Jumat (23/10/2026)

Aulia juga mengingatkan kebijakan terdahulu yang mensyaratkan kemampuan membaca kitab suci bagi pegawai pemerintah sesuai agama masing-masing.

Kebijakan tersebut, kata dia, pernah diterapkan kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai salah satu persyaratan untuk mengambil atau memperpanjang surat keputusan (SK).

“Dulu, kita ingat ketika PPPK akan mengambil atau memperpanjang SK, mereka disyaratkan harus bisa mengaji bagi yang beragama Islam. Bagi yang beragama Kristen dan Katolik, harus bisa membaca kitab suci. Begitu juga dengan hal-hal pokok dalam agama-agama lainnya sesuai dengan agama masing-masing,” jelasnya.

Ia menilai, upaya menjaga nilai-nilai keagamaan dan membangun karakter aparatur merupakan bagian dari tanggung jawab kepemimpinan. 

Karena itu, berbagai program positif yang telah dirintis oleh pemimpin sebelumnya perlu dilanjutkan dan dipertahankan.

“Ini merupakan tanggung jawab kita yang melanjutkan kepemimpinan untuk menjaga keberlangsungan hal-hal baik yang sudah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin terdahulu di Kukar,” pungkasnya.

Melalui keberlanjutan GEMA, Pemkab Kukar diharapkan dapat terus memperkuat pembinaan karakter ASN sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. (Adv)