DPC PKB Balikpapan dan PPU Dikukuhkan, Bagus Susetyo Minta Kader Partai Lebih Peka

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Para pengurus DPC PKB Balikpapan dan PPU bersama pejabat mengabadikan momen usai pengukuhan di Hotel Pasific Balikpapan (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Para pengurus DPC PKB Balikpapan dan PPU bersama pejabat mengabadikan momen usai pengukuhan di Hotel Pasific Balikpapan (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DPC PKB Balikpapan dan PPU Dikukuhkan, Bagus Susetyo Minta Kader Partai Lebih Peka

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Para pengurus DPC PKB Balikpapan dan PPU bersama pejabat mengabadikan momen usai pengukuhan di Hotel Pasific Balikpapan (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Para pengurus DPC PKB Balikpapan dan PPU bersama pejabat mengabadikan momen usai pengukuhan di Hotel Pasific Balikpapan (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DPC PKB Balikpapan dan PPU Dikukuhkan, Bagus Susetyo Minta Kader Partai Lebih Peka

Para pengurus DPC PKB Balikpapan dan PPU bersama pejabat mengabadikan momen usai pengukuhan di Hotel Pasific Balikpapan (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masa bakti 2026-2031 resmi dikukuhkan, Sabtu (24/10/2026).

Pengukuhan berlangsung di Hotel Pacific Balikpapan. Giat ini dirangkai dengan orientasi politik dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab). 

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pengurus baru untuk memperkuat peran partai dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Ketua DPW PKB Kalimantan Timur (Kaltim), Syafruddin menekankan pentingnya kader menjalankan politik yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat.

Menurutnya, partai politik tidak cukup hanya berkompetisi untuk memperoleh dukungan dalam pemilu. 

Kader juga perlu membangun kolaborasi dan terus bekerja untuk masyarakat di luar momentum politik lima tahunan.

"Kompetisinya itu sekali dalam lima tahun, tetapi kolaborasinya sepanjang masa," ucap Syafruddin.

Ia menyampaikan empat prinsip yang perlu menjadi pegangan pengurus dan kader PKB, yakni politik kehadiran, politik keteladanan, politik kepeloporan, dan politik pelayanan.

Politik kehadiran berarti kader harus berada di tengah masyarakat untuk memahami persoalan warga. 

Sementara politik keteladanan menuntut kader menunjukkan perilaku yang baik dalam menjalankan peran politik maupun kehidupan bermasyarakat.

Adapun politik kepeloporan mendorong kader berani memperjuangkan kepentingan rakyat, sedangkan politik pelayanan menekankan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Syafruddin juga menyoroti pentingnya pendidikan politik, khususnya bagi generasi milenial dan Generasi Z. 

Ia berharap partai politik bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dapat mendorong pemilih lebih rasional dalam menentukan pilihan.

"Ini menjadi tugas partai politik, politisi, serta Bawaslu dan KPU agar instrumennya bekerja maksimal dalam rangka melakukan edukasi dan pencerdasan kepada pemilih," katanya.

Selain membahas peran kader, Syafruddin mengajak seluruh elemen bangsa menjaga kolaborasi meski memiliki perbedaan pilihan politik. 

Ia juga mendorong kader PKB mendukung pembangunan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo yang turut hadir menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru dikukuhkan. 

Ia berharap kepengurusan tersebut dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Bagus menegaskan perbedaan pilihan politik tidak boleh menghalangi kerja sama untuk membangun Balikpapan dan Kaltim. 

Ia meminta kader partai peka terhadap kebutuhan warga dan mampu menyampaikan persoalan masyarakat kepada para pengambil kebijakan.

"Kader-kader partai di lapangan harus menjadi telinga dan mata yang sensitif terhadap dinamika kebutuhan serta kesulitan yang dihadapi warga," tuturnya.