Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengajukan bantuan kapal ikan modern ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendukung peningkatan produksi ikan tangkap dan kesejahteraan nelayan di Benuo Taka.
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto mengatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan memprogramkan modernisasi kapal perikanan nasional 4.582 unit hingga 2029.
Dinas Perikanan PPU mengusulkan bantuan kapal ikan modern dengan memanfaatkan program modernisasi kapal perikanan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Kami mengusulkan bantuan kapal ikan modern melalui program modernisasi kapal perikanan nasional yang dicanangkan KKP,” katanya, Sabtu (24/10/2026).
Andi Traso mengungkapkan, bantuan kapal ikan modern yang diajukan ke KKP memiliki cold storage atau penyimpanan dingin di palka kapal serta dilengkapi dengan alat tangkap yang modern.
“Perbaikan teknologi penyimpanan dingin di palka kapal yang diutamakan agar kualitas ikan hasil tangkap tetap terjaga sehingga memiliki nilai jual yang tinggi,” ujarnya.
Program modernisasi kapal perikanan nasional yang dicanangkan KKP, kata Andi Traso, dari 4.582 kapal terdapat 1.582 unit berukuran 30 Gross Tonnage (GT), 200 GT hingga 500 GT. Sedangkan 3.000 unit berukuran 30 GT hingga kapal berkapasitas besar berskala industri.
Bantuan yang diusulkan Dinas Perikanan PPU ke KKP kapal berukuran di atas 30 GT untuk menyesuaikan kebutuhan nelayan. Seperti kapal berukuran 200 GT elah memiliki kemampuan jelajah ke wilayah penangkapan yang lebih jauh.
“Bantuan kapal yang kami usulkan ke KKP berukuran di atas 30 GT supaya daya jelajah nelayan kita bisa lebih jauh,” ujarnya.
Andi Traso berharap usulan bantuan kapal ikan modern diakomodir oleh KKP. Karena, kapal ikan modern ini juga dipersiapkan untuk mendukung Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang sedang dibangun pemerintah pusat di PPU.
“Mudah-mudahan usulan bantuan kapal diakomodir di tahun anggaran 2027,” pungkasnya. (Adv)


