Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Padatnya aktivitas pengunjung Berau Expo 2026 membuat pengawasan di kawasan pameran tak hanya berfokus pada ketertiban, tetapi juga kenyamanan masyarakat.
Sebanyak 30 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Berau dikerahkan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib hingga malam hari.
Pengamanan dilakukan secara bergiliran mulai pukul 10.00 hingga 22.00 Wita. Personel ditempatkan di sejumlah titik untuk mengantisipasi gangguan ketertiban, sekaligus merespons persoalan yang muncul di tengah padatnya aktivitas pengunjung.
Salah satu tantangan yang dihadapi petugas berada di area parkir. Lonjakan kendaraan yang datang bersamaan, terutama menjelang pertunjukan hiburan malam, membuat pengaturan lalu lintas membutuhkan penanganan ekstra.
Satpol PP pun berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mengurai kepadatan kendaraan. Selain memasang garis pembatas, petugas turut membantu mengatur pergerakan kendaraan agar tidak menghambat akses keluar-masuk kawasan pameran.
Komandan Kompi Satpol PP Berau, Said Ali, mengatakan kondisi lapangan yang dinamis menuntut personel bergerak cepat dalam menangani berbagai kendala. Ketika kendaraan terparkir hingga mengganggu jalur, petugas harus turun langsung untuk memastikan arus lalu lintas kembali bergerak.
Menurutnya, kepadatan kendaraan menjadi salah satu persoalan yang memerlukan perhatian selama expo berlangsung. Penanganan dilakukan dengan mengatur hingga memindahkan kendaraan yang menghalangi jalur agar tidak menimbulkan kemacetan lebih panjang.
Pengawasan juga dilakukan di dalam arena pameran. Selain menjaga ketertiban umum, petugas memastikan pengunjung dapat menikmati kegiatan dengan nyaman, termasuk menindaklanjuti laporan mengenai aktivitas merokok di ruangan berpendingin udara.
Said Ali menjelaskan, petugas mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan teguran dan imbauan secara langsung kepada pengunjung yang melanggar aturan.
“Langkah tersebut kami lakukan untuk menjaga kenyamanan bersama, terutama ketika ruangan dipadati masyarakat,” ucapnya.
Area dalam gedung menjadi perhatian tersendiri karena sirkulasi udara dan kepadatan pengunjung dapat memengaruhi kenyamanan. Karena itu, penerapan aturan bebas asap rokok menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan pameran tetap kondusif.
Kehadiran petugas di sejumlah titik diharapkan dapat membantu mengantisipasi gangguan, baik di dalam arena maupun di kawasan parkir.
“Koordinasi lintas petugas juga menjadi bagian penting untuk memastikan persoalan yang muncul selama kegiatan dapat segera ditangani,” tambahnya.
Berau Expo 2026 berlangsung pada 16–25 Oktober di Lapangan Pemuda dan Gedung Graha Pemuda, Tanjung Redeb. Dengan tingginya aktivitas masyarakat, pengamanan dan pengaturan kawasan menjadi faktor penting agar pengunjung dapat menikmati pameran serta hiburan tanpa mengabaikan ketertiban dan kenyamanan bersama. (Adv)



