Banner ADV

Bupati Berau Lobi Kemenhub, Kapal Wisata hingga Fasilitas Dermaga Jadi Prioritas Usulan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca2 kali dibaca
Audiensi Bupati Berau dengan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. (Foto: Prokopim Berau)
Audiensi Bupati Berau dengan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. (Foto: Prokopim Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Bupati Berau Lobi Kemenhub, Kapal Wisata hingga Fasilitas Dermaga Jadi Prioritas Usulan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca2 kali dibaca
Audiensi Bupati Berau dengan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. (Foto: Prokopim Berau)
Audiensi Bupati Berau dengan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. (Foto: Prokopim Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Bupati Berau Lobi Kemenhub, Kapal Wisata hingga Fasilitas Dermaga Jadi Prioritas Usulan 

2
Audiensi Bupati Berau dengan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. (Foto: Prokopim Berau)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Pengembangan pariwisata Kabupaten Berau tidak cukup hanya mengandalkan keindahan pulau dan laut. Konektivitas antardestinasi, ketersediaan kapal, hingga keselamatan jalur pelayaran menjadi kebutuhan yang turut menentukan kenyamanan wisatawan sekaligus aktivitas masyarakat pesisir.

Persoalan tersebut menjadi salah satu agenda yang dibawa Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat menemui jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Dalam audiensi itu, Pemkab Berau mengusulkan dukungan pemerintah pusat untuk pengadaan kapal wisata, peningkatan fasilitas dermaga, serta penyediaan sarana bantu navigasi pelayaran.

Bagi Berau yang memiliki destinasi unggulan di kawasan kepulauan, keberadaan transportasi laut yang memadai dinilai penting untuk memperkuat akses menuju lokasi wisata. Pada saat yang sama, fasilitas tersebut juga dibutuhkan warga yang menggantungkan mobilitas dan aktivitas ekonomi pada jalur perairan.

Di hadapan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Andy Sutomo Panjaitan, beserta jajaran, Sri Juniarsih memaparkan kondisi infrastruktur transportasi laut di Bumi Batiwakkal, termasuk kebutuhan pengembangan pelabuhan dan sarana pendukung di wilayah pesisir maupun kepulauan.

Pemkab Berau sendiri telah membangun dan mengelola sejumlah dermaga melalui Dinas Perhubungan. Fasilitas di kawasan seperti Biduk-Biduk dan Pulau Maratua menjadi bagian penting dalam menunjang pergerakan masyarakat. Namun, optimalisasi pemanfaatannya masih membutuhkan dukungan fasilitas serta sarana operasional yang memadai.

“Kami berharap Kementerian Perhubungan dapat mendukung operasional dermaga yang sudah ada, sekaligus membantu peningkatan fasilitasnya agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Sri Juniarsih.

Tak hanya infrastruktur dermaga, pengadaan kapal wisata juga menjadi usulan yang didorong pemerintah daerah. Kehadiran kapal penghubung antarpulau diharapkan dapat mempermudah perjalanan wisatawan, memperluas pilihan akses menuju destinasi, serta mendukung mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan.

Menurut Sri Juniarsih, transportasi laut yang memadai dapat menjadi salah satu faktor pendukung untuk meningkatkan daya tarik wisata Berau. Dengan akses yang lebih mudah, potensi destinasi bahari di daerah ini diharapkan dapat dikembangkan secara lebih optimal.

Di balik upaya memperkuat konektivitas wisata, Pemkab Berau turut menyoroti aspek keselamatan pelayaran, khususnya di perairan yang menjadi jalur kunjungan wisatawan.

Salah satu kebutuhan yang disampaikan ialah penyediaan sarana bantu navigasi pelayaran di kawasan pulau wisata. Usulan ini menjadi perhatian menyusul kejadian kapal live on board (LOB) yang kandas di perairan Derawan dan Maratua hingga menimbulkan kerusakan terumbu karang.

Keberadaan alur pelayaran yang jelas dan didukung sarana navigasi dinilai dapat membantu operator kapal menentukan jalur perjalanan dengan lebih aman. Upaya tersebut juga penting untuk mengurangi risiko gangguan terhadap ekosistem laut yang menjadi daya tarik utama wisata bahari Berau.

“Kalau alur pelayaran sudah ditentukan dan didukung sarana navigasi yang memadai, tentu akan sangat membantu keselamatan pelayaran sekaligus menjaga kawasan wisata kita,” tegasnya.

Bagi Berau, penguatan transportasi laut dan perlindungan lingkungan menjadi dua kebutuhan yang saling berkaitan. Kemudahan akses wisata harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian terumbu karang agar potensi bahari daerah tetap terpelihara.

Melalui audiensi tersebut, Pemkab Berau berharap usulan yang disampaikan dapat memperoleh dukungan pemerintah pusat, sehingga pengembangan transportasi laut tidak hanya menunjang sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat pelayanan bagi masyarakat pesisir dan kepulauan.

Dalam audiensi itu, Sri Juniarsih turut didampingi Kepala Dinas Perhubungan Berau Rusnan Hefni dan Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Ima Rosita. (Adv)