Banner ADV

Foto Panen Madu Tradisional Jadi Juara Lomba Fotografi Diskominfo Berau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Foto Panen Madu Tradisional yang menjadi juara di lomba fotografi Diskominfo Berau. (Foto: Diskominfo Berau)
Foto Panen Madu Tradisional yang menjadi juara di lomba fotografi Diskominfo Berau. (Foto: Diskominfo Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Foto Panen Madu Tradisional Jadi Juara Lomba Fotografi Diskominfo Berau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Foto Panen Madu Tradisional yang menjadi juara di lomba fotografi Diskominfo Berau. (Foto: Diskominfo Berau)
Foto Panen Madu Tradisional yang menjadi juara di lomba fotografi Diskominfo Berau. (Foto: Diskominfo Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Foto Panen Madu Tradisional Jadi Juara Lomba Fotografi Diskominfo Berau

Foto Panen Madu Tradisional yang menjadi juara di lomba fotografi Diskominfo Berau. (Foto: Diskominfo Berau)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Tradisi masyarakat Dayak dalam memanen madu di pedalaman menjadi cerita utama yang mengantarkan Venny Sartika meraih juara pertama Lomba Fotografi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau pada Berau Expo 2026. Karya tersebut memperoleh nilai rata-rata 85,20 dari dewan juri.

Foto itu tidak hanya menampilkan aktivitas masyarakat mencari madu di hutan, tetapi juga merekam kearifan lokal yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman. Melalui bidikan kamera, Venny mengangkat cara masyarakat adat memanfaatkan hasil hutan sebagai sumber penghidupan sekaligus menjaga pengetahuan yang diwariskan leluhur.

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, menilai lomba fotografi menjadi salah satu sarana untuk mendorong masyarakat menyampaikan cerita dan potensi daerah melalui karya visual.

Menurutnya, fotografi memiliki kekuatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Berau kepada masyarakat luas. Sebuah foto dapat menjadi media komunikasi yang menyampaikan pesan tentang kehidupan sosial, tradisi, hingga potensi alam yang dimiliki daerah.

“Melalui fotografi, kita bisa memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi Berau dengan cara yang menarik. Foto bukan sekadar gambar, tetapi juga bisa menyampaikan cerita dan pesan yang memiliki nilai bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi para fotografer, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kreativitas sekaligus berkontribusi dalam mempromosikan identitas daerah.

Lomba fotografi yang digelar dalam rangkaian Berau Expo 2026 itu mengusung tema SDM Berdaya, Budaya Terjaga, Ekonomi Lestari, Berau Sejahtera. Tema tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menerjemahkan berbagai potensi Berau melalui sudut pandang dan kreativitas masing-masing.

Karya Venny menjadi salah satu contoh bagaimana aktivitas sehari-hari masyarakat dapat memiliki nilai cerita yang kuat ketika diabadikan melalui pendekatan visual yang tepat.

Dalam foto tersebut, proses memanen madu tradisional menggambarkan hubungan erat masyarakat Dayak dengan hutan. Pengetahuan mengenai cara memperoleh hasil hutan menjadi bagian dari tradisi yang terus dipertahankan sekaligus menopang kehidupan masyarakat pedalaman.

“Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini kami harap mampu mendorong lahirnya karya-karya fotografi yang mendokumentasikan kekayaan budaya, kehidupan masyarakat, serta potensi lokal Berau,” tambah Didi.

Dengan demikian, fotografi tidak hanya menjadi wadah menyalurkan kreativitas, tetapi juga sarana untuk menjaga ingatan tentang tradisi dan memperkenalkan kekayaan daerah kepada khalayak yang lebih luas. (Adv)