Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin
TENGGARONG - Keberlangsungan pembinaan olahraga di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diharapkan tidak hanya bergantung pada inisiatif pengurus atau ketua klub.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) didorong mengambil peran lebih besar dalam memfasilitasi kebutuhan klub dan cabang olahraga (cabor).
Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Sopan Sopian mengatakan dukungan pemerintah diperlukan agar pembinaan olahraga dapat berjalan secara berkelanjutan, termasuk bagi klub-klub yang berada di luar pusat perkotaan.
Menurutnya, setiap klub memiliki kebutuhan berbeda dalam menjalankan pembinaan atlet, sehingga pemerintah perlu membangun komunikasi dengan pengurus cabor dan klub untuk mengetahui kendala yang mereka hadapi.
“Siapa yang mau jadi ketua, itu yang mempunyai perhatian khusus. Tapi kita berharap ke depannya tidak harus kepada ketua. Bagaimana ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah melalui Dispora agar semua cabor bisa difasilitasi dan diakomodir segala kebutuhannya,” ujarnya.
Ia menilai, keberadaan klub menjadi bagian penting dalam menciptakan regenerasi atlet. Melalui klub, atlet muda mendapatkan ruang untuk berlatih, mengasah kemampuan dan mempersiapkan diri mengikuti kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan yang terencana agar pembinaan tidak berjalan sendiri-sendiri dan hanya bergantung pada kemampuan pengurus masing-masing.
Sopan mencontoh klub olahraga di wilayah pelosok, termasuk yang berada di kecamatan-kecamatan jauh dari pusat kabupaten juga membutuhkan perhatian. Potensi atlet di wilayah tersebut perlu mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang.
Ia menyebut dalam cabang olahraga atletik yang berada di bawah Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kukar, terdapat klub-klub yang perlu dipetakan kebutuhan pembinaannya.
“Misalnya di PASI Kukar, kami juga memiliki klub-klub. Nanti dalam kerja kita, itu yang akan kita akomodir. Apa sih kebutuhannya di klub ini? Nah, ini menjadi perhatian khusus,” katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Sopan mendorong penguatan sinergi antara klub, Dispora, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar. Komunikasi yang baik dinilai dapat membantu pemerintah mengetahui kebutuhan setiap klub sekaligus menentukan dukungan yang tepat.
“Memang cabor ini harus ada sinergisitas. Bagaimana cabor juga berkomunikasi dengan Dispora, kemudian KONI, agar klub-klub ini bisa terakomodir,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya memberikan perhatian kepada klub yang telah memiliki prestasi, tetapi juga mendukung proses pembinaan yang menjadi fondasi lahirnya atlet berprestasi.
Dengan dukungan yang lebih terarah dan berkelanjutan, klub-klub di berbagai kecamatan diharapkan mampu menjalankan pembinaan secara optimal. Langkah ini sekaligus membuka peluang bagi atlet muda Kukar untuk berkembang dan bersaing di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. (Adv)


