Mati Lampu Berulang Kali dalam Sehari, Warga Keluhkan Risiko Kerusakan Elektronik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kondisi ruas jalan di Tanjung Redeb yang tampak gelap saat lampu padam. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kondisi ruas jalan di Tanjung Redeb yang tampak gelap saat lampu padam. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Mati Lampu Berulang Kali dalam Sehari, Warga Keluhkan Risiko Kerusakan Elektronik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kondisi ruas jalan di Tanjung Redeb yang tampak gelap saat lampu padam. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kondisi ruas jalan di Tanjung Redeb yang tampak gelap saat lampu padam. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Mati Lampu Berulang Kali dalam Sehari, Warga Keluhkan Risiko Kerusakan Elektronik

Kondisi ruas jalan di Tanjung Redeb yang tampak gelap saat lampu padam. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kondisi ruas jalan di Tanjung Redeb yang tampak gelap saat lampu padam. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dalam sehari dikeluhkan masyarakat. 

Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap risiko kerusakan barang elektronik akibat listrik yang terus-menerus padam dan kembali menyala.

Salah satu warga, Nanda mengaku mengalami pemadaman listrik dengan durasi cukup panjang, bahkan terjadi beberapa kali dalam rentang waktu yang berdekatan.

Menurutnya, listrik padam sejak pukul 01.00 WITA dini hari hingga pukul 09.00 WITA. 

Belum lama kembali menyala, pemadaman kembali terjadi sekitar pukul 14.00 hingga 17.00 WITA. Setelah itu, listrik kembali padam sekitar pukul 17.30 WITA.

“Dalam sehari bisa beberapa kali mati lampu. Bahkan, pagi hari sudah padam berjam-jam, kemudian siang sampai sore mati lagi. Malamnya kembali padam,” keluh Nanda.

Ia menilai pemadaman yang terjadi berulang kali membuat masyarakat kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain mengganggu kenyamanan di rumah, kondisi tersebut juga memunculkan kekhawatiran terhadap daya tahan peralatan elektronik yang digunakan setiap hari.

Nanda mengungkapkan, listrik yang berulang kali padam dan kembali menyala dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan barang elektronik milik warga, terlebih sejumlah peralatan rumah tangga sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.

Ia berharap pemadaman listrik tidak terus berulang tanpa kepastian, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan nyaman dan tidak dibayangi kekhawatiran terhadap kerusakan peralatan elektronik.

“Kita membutuhkan pasokan listrik yang lebih stabil serta informasi yang jelas apabila terjadi gangguan, terutama ketika pemadaman berlangsung selama berjam-jam dan terjadi berkali-kali dalam sehari,” pungkasnya.