Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Gangguan jaringan transmisi tegangan tinggi 150 kilovolt (kV) masih berdampak pada pasokan listrik di Kabupaten Berau.
Pada Senin (26/10/2026) malam, sejumlah wilayah kembali mengalami penghentian pasokan listrik sementara sebagai bagian dari penyesuaian sistem kelistrikan.
Berdasarkan pengumuman PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Redeb, pemadaman dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WITA.
Penghentian pasokan tersebut dilakukan secara terbatas terhadap sebagian pelanggan yang terdampak gangguan transmisi.
Gangguan ini sebelumnya terjadi pada Minggu (25/10/2026) pukul 16.30 WITA, akibat kerusakan struktur tower transmisi 150 kV pada jalur yang menghubungkan Gardu Induk (GI) Maloy dan GI Talisayan. Kerusakan tersebut memengaruhi penyaluran pasokan listrik ke wilayah Berau.
Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Redeb, Clif Salomo Panjaitan melalui keterangan resmi PLN menjelaskan, PLN terus mengerahkan personel teknis dan memperkuat koordinasi dengan berbagai entitas PLN untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.
Selama proses penanganan, PLN mengoptimalkan kemampuan pembangkit yang tersedia di Berau serta melakukan pengaturan beban secara bertahap sesuai kondisi sistem.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas kelistrikan dan mengurangi dampak gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Dalam pengumuman terbarunya, PLN menyebut sejumlah wilayah yang terdampak penghentian pasokan listrik sementara, meliputi sebagian Jalan Sultan Agung, Asrama Skuadron, Bandara Kalimarau, Perumahan Griya Salam, Merancang, Batu-Batu, Kasai, Tanjung Batu, Karang Mulyo, Dermaga, Murjani 2 dan 3, sebagian Pulau Panjang, Perumahan BI, Albina, Jalan Merah Delima, Teluk Bayur, Tumbit, Labanan, Gunung Sari, Segah, Punan Malinau, Long Ayan dan sekitarnya.
“Jadwal penghentian pasokan listrik tersebut dapat berubah, baik dari sisi waktu, durasi maupun pembatalan menyesuaikan perkembangan kondisi kelistrikan di lapangan,” ucapnya.
Di sisi lain, pelanggan juga diimbau menggunakan listrik secara bijak, terutama pada pukul 18.00–21.00 WITA.
Masyarakat diminta mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengatur pendingin ruangan pada suhu di atas 24 derajat Celsius, serta mengoptimalkan penggunaan peralatan hemat energi.
PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Perusahaan tersebut menyatakan akan terus mengupayakan pemulihan pasokan listrik dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan keandalan sistem.
“ kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat gangguan pasokan listrik ini,” ujarnya.
Masyarakat diharapkan memantau informasi terbaru melalui kanal komunikasi resmi PLN untuk mengetahui perkembangan penanganan gangguan dan kondisi pasokan listrik di wilayah masing-masing.


