Banner ADV

Bupati Berau Desak PLN Percepat Perbaikan Tower, Tak Ingin Warga Terus Dibayangi Mati Lampu

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca6 kali dibaca
Bupati Berau menemui massa yang mendatangi Rumah Jabatan Bupati Berau. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)
Bupati Berau menemui massa yang mendatangi Rumah Jabatan Bupati Berau. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Bupati Berau Desak PLN Percepat Perbaikan Tower, Tak Ingin Warga Terus Dibayangi Mati Lampu

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca6 kali dibaca
Bupati Berau menemui massa yang mendatangi Rumah Jabatan Bupati Berau. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)
Bupati Berau menemui massa yang mendatangi Rumah Jabatan Bupati Berau. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Bupati Berau Desak PLN Percepat Perbaikan Tower, Tak Ingin Warga Terus Dibayangi Mati Lampu

6
Bupati Berau menemui massa yang mendatangi Rumah Jabatan Bupati Berau. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)
Bupati Berau menemui massa yang mendatangi Rumah Jabatan Bupati Berau. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Kesabaran masyarakat Berau menghadapi pemadaman listrik yang berlangsung berjam-jam dan berulang kali akhirnya memuncak hingga ke Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Berau, Selasa (27/10/2026) dini hari.

Sekitar pukul 01.00 Wita, massa yang sebelumnya mendatangi Kantor PLN Tanjung Redeb melanjutkan aksi dengan menemui Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. Warga menginginkan kepastian penanganan gangguan listrik yang menghambat aktivitas sehari-hari, sekaligus kejelasan kapan pasokan listrik kembali normal.

Merespons kedatangan massa, Sri Juniarsih langsung keluar dari kediamannya. Ia menemui warga dan mendengarkan keluhan yang disampaikan, termasuk keresahan akibat pemadaman yang dinilai tidak memiliki jadwal pasti.

Di hadapan massa, Sri Juniarsih menegaskan bahwa persoalan listrik tersebut bukan berarti luput dari perhatiannya. Ia mengaku masih bekerja hingga larut malam, tetapi tetap mengikuti perkembangan gangguan yang dirasakan masyarakat.

“Saya sampai pukul 23.00 Wita masih bekerja. Bukan berarti saya tidak mendengarkan keluhan masyarakat soal mati listrik ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, koordinasi dengan manajemen PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Berau telah dilakukan untuk mendorong percepatan penanganan. Bahkan, sejak pagi, ia meminta PLN menyampaikan jadwal pemadaman secara jelas agar masyarakat bisa mengatur aktivitasnya.

Bagi Sri Juniarsih, persoalan yang harus segera dijawab bukan hanya kerusakan jaringan, melainkan juga ketidakpastian yang membuat masyarakat kesulitan menjalankan kegiatan sehari-hari. Rumah tangga, pelaku usaha, hingga pelayanan publik membutuhkan informasi yang dapat dijadikan pegangan.

“Saya sudah berkoordinasi dengan pihak manajer PLN untuk meminta agar segera dicarikan solusinya, secepatnya,” tegasnya.

Gangguan pasokan listrik di Berau diketahui berkaitan dengan kerusakan struktur tower transmisi tegangan tinggi 150 kilovolt (kV) pada jalur yang menghubungkan Gardu Induk (GI) Maloy dengan Gardu Induk (GI) Talisayan.

Penanganan kerusakan tersebut tidak mudah. Lokasi tower berada di kawasan hutan dengan medan terjal dan jurang, sehingga akses menuju titik kerusakan serta proses perbaikan menghadapi kendala teknis.

Meski memahami kondisi lapangan yang harus dihadapi petugas, Sri Juniarsih meminta agar proses pemulihan tidak berlangsung terlalu lama. Ia menilai masyarakat membutuhkan kepastian waktu, mengingat dampak pemadaman terus dirasakan.

“Tujuh hari itu kelamaan, kalau bisa secepatnya,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi desakan pemerintah daerah agar PLN mengupayakan langkah percepatan, sekaligus memberikan informasi yang terbuka mengenai perkembangan perbaikan dan kondisi pasokan listrik.

Di tengah situasi tersebut, kepastian jadwal pemadaman menjadi kebutuhan mendesak. Tanpa informasi yang jelas, masyarakat kesulitan menentukan waktu menjalankan aktivitas, sementara pelaku usaha berisiko mengalami gangguan operasional akibat listrik yang berulang kali padam.

Sri Juniarsih pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi yang terjadi. Ia meminta warga tetap bersabar selama proses perbaikan berlangsung, tetapi menegaskan bahwa upaya pemulihan perlu dilakukan secepat mungkin.

“Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Berau atas kondisi ini. Mari kita bersabar, tetapi saya juga meminta PLN segera mencari solusi agar pemadaman ini tidak berlarut-larut dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” pungkasnya.

Desakan tersebut kini mengarah pada dua hal yang dinantikan masyarakat, yakni percepatan perbaikan jaringan transmisi dan kepastian informasi dari PLN. Sebab, bagi warga Berau, persoalannya bukan sekadar listrik padam, melainkan sampai kapan aktivitas mereka harus terganggu tanpa kepastian. (Adv)