Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Buniyamin
BONTANG – Rencana reaktivasi Train F PT Badak NGL yang dijadwalkan mulai awal 2027 membuka peluang penyerapan tenaga kerja di Kota Bontang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kini mendorong agar kebutuhan pekerja dalam proyek tersebut dapat diisi tenaga kerja lokal sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.
Pada puncak konstruksi, reaktivasi Train F diperkirakan membutuhkan sekitar 500 pekerja. Proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2028.
Besarnya kebutuhan tenaga kerja tersebut menjadi perhatian Pemkot Bontang. Pemerintah ingin memastikan masyarakat, khususnya lulusan SMA dan SMK, memiliki kesempatan mempersiapkan diri sebelum proses perekrutan dimulai.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menilai reaktivasi kilang berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Namun, peluang itu perlu didukung informasi yang jelas mengenai tahapan proyek, kebutuhan pekerja, serta kualifikasi yang dipersyaratkan perusahaan.
“Rencana reaktivasi ini menjadi peluang bagi Kota Bontang. Karena itu, kami membutuhkan data yang jelas mengenai tahapan pekerjaan, jumlah tenaga kerja yang diperlukan, serta peluang bagi putra-putri daerah, baik pada masa konstruksi maupun setelah kilang beroperasi,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).
Persoalan kebutuhan dan kesiapan tenaga kerja tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, meminta PT Badak NGL menyampaikan proyeksi kebutuhan tenaga kerja secara tertulis. Data tersebut mencakup jumlah pekerja, kualifikasi, jenis keterampilan, hingga jadwal perekrutan.
Menurutnya, kepastian informasi diperlukan agar pemerintah dapat menyiapkan program pendidikan vokasi, pelatihan teknis, dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kami meminta PT Badak NGL menyampaikan proyeksi kebutuhan tenaga kerja secara tertulis, lengkap dengan jumlah, kualifikasi, jenis keterampilan, dan jadwal perekrutan. Dengan informasi tersebut, pemerintah dapat menyiapkan tenaga kerja lokal melalui pendidikan vokasi, pelatihan teknis, dan sertifikasi yang tepat sasaran,” tegasnya.
Di sisi perusahaan, perwakilan PT Badak NGL, Vicky Indrafusa, menjelaskan bahwa reaktivasi Train F menjadi tahap yang dipersiapkan lebih dahulu. Sementara itu, rencana reaktivasi Train C dan Train D masih dalam evaluasi, dengan target penyelesaian akhir 2029. Pelaksanaannya bergantung pada kepastian pasokan gas dan hasil kajian investasi.
Manager Learning & Development PT Badak NGL, Sekar Arum Sari Nastiti, menyampaikan bahwa calon pekerja harus melewati proses seleksi ketat, mulai dari pemeriksaan administrasi hingga wawancara sesuai standar perusahaan.
Adapun Senior Manager Supply Chain PT Badak NGL, Yuli Gunawan, menyebut persetujuan formal kebutuhan tenaga kerja ditargetkan diperoleh pada akhir 2026. Setelah itu, proses perekrutan direncanakan mulai berjalan pada awal 2027.
Dengan jadwal tersebut, Pemkot Bontang memiliki waktu untuk memetakan calon tenaga kerja dan menyiapkan kompetensi yang dibutuhkan industri.
Tantangannya bukan hanya memastikan proyek berjalan sesuai rencana, tetapi juga menjembatani kebutuhan perusahaan dengan kemampuan tenaga kerja daerah. Kejelasan informasi perekrutan dan kesiapan keterampilan menjadi faktor penting agar reaktivasi kilang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Bontang.


