Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin
BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai menyiapkan tenaga kerja lokal untuk memenuhi kebutuhan industri yang diproyeksikan meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Salah satu langkahnya melalui Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi Tahun 2026 yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dengan menyasar 323 peserta.
Program yang dibiayai penuh melalui APBD Kota Bontang ini diarahkan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan sesuai kebutuhan perusahaan sekaligus membuka peluang usaha mandiri.
Kepala Disnaker Bontang, Asdar Ibrahim mengatakan terdapat 12 jenis pelatihan yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan dunia industri dan sektor kewirausahaan.
Pelatihan tersebut meliputi Ahli K3 Umum, Welder GTAW 6G, Operator Scaffolding, Forklift, Junior Office Operator dan mengemudi roda empat.
Selain itu, tersedia pelatihan Massage bagi penyandang disabilitas, Menjahit Dasar, Pengolahan Hasil Laut, Perawatan Rambut, Make Up, serta Pengolahan Bahan Daur Ulang Kain Perca.
Pelatihan berbasis industri difokuskan untuk memenuhi kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan. Sementara pelatihan nonindustri diarahkan untuk mendorong peserta mengembangkan usaha sendiri.
Pemerintah juga memastikan peserta mengikuti proses pelatihan hingga memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa keterampilan dan kedisiplinan menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan kerja.
Menurutnya, sertifikat kompetensi perlu diimbangi kemampuan nyata agar peserta memiliki daya saing ketika melamar pekerjaan.
“Jangan hanya mengandalkan sertifikat. Keterampilan harus benar-benar dikuasai dan dibarengi kedisiplinan, sehingga bisa memenuhi kebutuhan perusahaan,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Pemkot Bontang juga mengawal kebijakan penyerapan tenaga kerja lokal dengan komposisi 75 persen. Kebijakan ini diharapkan memberi ruang lebih besar bagi warga Bontang untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di daerahnya sendiri.
Peluang tersebut diperkirakan semakin terbuka seiring rencana pengoperasian kembali dua train PT Badak NGL yang diproyeksikan mulai 2028. Setiap train diperkirakan membutuhkan ratusan tenaga kerja organik.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mendukung upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja tersebut. Ia juga mendorong Disnaker membangun bank data tenaga kerja agar perusahaan lebih mudah menemukan kandidat sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.
Keberadaan basis data itu dinilai dapat mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan secara lebih terarah.
Dengan pelatihan kompetensi, penguatan data tenaga kerja, dan kebijakan penyerapan tenaga kerja lokal, Pemkot Bontang berharap masyarakat memiliki kesiapan lebih baik dalam memanfaatkan peluang kerja di sektor industri maupun membangun usaha mandiri.


