Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA — Proyek pembangunan kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Samarinda yang berlokasi di Kecamatan Palaran resmi rampung 100 persen.
Kendati sempat terkendala penanganan teknis pada area lereng salah satu asrama, seluruh fasilitas pendidikan dan bangunan pendukung kini telah siap difungsikan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kaltim, Ryan Randu Perdana Lubis membeberkan proyek bernilai kontrak sekitar Rp247,699 miliar tersebut secara keseluruhan telah menyelesaikan seluruh item pengerjaan.
"Walaupun secara adendum kontrak ada penambahan waktu kurang lebih 43 hari dari target awal, secara keseluruhan progres kita sudah mencapai 100 persen," ujar Ryan, Selasa (27/10/2026).
Pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat ini, kata dia, merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial, dengan tetap menempatkan Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai mitra utama penyelenggara program.
Melalui penerapan teknologi konstruksi modern, keterlibatan tenaga kerja terampil, serta perencanaan struktur yang presisi di area lereng, Kementerian PU memastikan bahwa sarana pendukung yang dibangun tak hanya berkualitas tinggi dan aman, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi anak-anak penerima manfaat program sosial.
Proyek infrastruktur pendidikan yang dikerjakan sejak 15 Desember 2025 hingga September 2026 ini mencakup sedikitnya 35 bagian item pekerjaan utama dalam kontrak.
Fasilitas terpadu yang dibangun meliputi sarana pendidikan berjenjang lengkap beserta akomodasi penghuni kawasan, di antaranya tiga unit gedung utama untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Terdapat pula 6-8 unit asrama siswa terpisah untuk pelajar putra dan putri di setiap jenjang pendidikan, dua unit gedung asrama khusus bagi para guru, serta satu unit gedung guest house yang diperuntukkan bagi jajaran kunjungan kementerian.
Selain itu, kawasan ini dilengkapi masjid dan tiga ruang tempat ibadah khusus. Sebelum pembangunan fisik ini tuntas 100 persen, kegiatan siswa di sekolah tersebut telah berlangsung sejak 31 Juli 2026 yang diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kini, sebanyak 270 siswa telah melaksanakan pembelajaran penuh dengan dukungan fasilitas memadai, mulai dari ruang kelas, asrama, tempat ibadah, hingga konsumsi harian. Bagi siswa yang gemar berolahraga, kawasan Sekolah Rakyat juga telah dilengkapi fasilitas lapangan basket, futsal dan lintasan lari.
Setelah tuntasnya fisik bangunan, proyek Sekolah Rakyat Samarinda kini memasuki fase masa pemeliharaan selama enam bulan, terhitung mulai 30 September 2026 hingga Maret 2027. Seluruh perbaikan atas cacat mutu atau kerusakan bangunan sepenuhnya masih menjadi kewajiban pihak penyedia jasa (kontraktor).
Ryan mengimbau pihak pengelola kawasan untuk mencatat serta melaporkan setiap daftar kerusakan secara berkala kepada pihak Satker PPK Kaltim.
"Kami berharap teman-teman selaku pengguna dapat aktif membuat daftar inventarisasi kerusakan setiap bulannya agar bisa langsung ditindaklanjuti dan diperbaiki oleh penyedia selama masa pemeliharaan berlangsung," pungkas Ryan.


