Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 15.000 liter kepada sekolah dan rumah ibadah yang mengalami krisis air bersih, Selasa (27/10/2026).
Kepala BPBD PPU, Nurlaila mengatakan pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), tetapi juga rutin mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat, sekolah dan rumah ibadah yang terdampak kekeringan akibat kemarau.
Kali ini, BPBD mendistribusikan air bersih kepada sekolah dan rumah ibadah di wilayah Kelurahan Penajam dan Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam.
“Tadi kami distribusikan air bersih ke Madrasah Islamiyah dan Musala SMPN 1 PPU di Kelurahan Penajam dan Musala SMPN 22 PPU di Kelurahan Gunung Seteleng,” kata Nurlaila.
Bantuan air bersih yang didistribusikan kepada sekolah dan rumah ibadah menggunakan satu unit mobil tangki milik BPBD PPU. Air bersih yang didistribusikan sebanyak tiga kali perjalanan atau sebanyak 15.000 liter.
“Air bersih yang didistribusikan ke sekolah dan rumah ibadah, kami ambil di penampungan air di kawasan pembibitan milik Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) PPU di Kelurahan Nipah-Nipah,” bebernya.
Nurlaila menuturkan, masyarakat Benuo Taka yang mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau segera menginformasikan ke BPBD atau pemerintah kelurahan/desa setempat.
BPBD bersama instansi terkait siap mendistribusikan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.
“Warga yang mengalami kesulitan air bersih segera berkoordinasi dengan kami. Kami siap mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Pendistribusian air bersih telah berlangsung sejak memasuki musim kemarau. Kami telah menyasar wilayah Kecamatan Penajam, Babulu, Waru dan Sepaku,” pungkasnya. (Adv)


