Alat ISPU Taman Segiri Sedang Pemeliharaan, DLH Samarinda Kolaborasi dengan Labkes Kaltim Pantau Kualitas Udara

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Plt Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Samarinda, Tri ayu Wulandari. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Plt Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Samarinda, Tri ayu Wulandari. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Alat ISPU Taman Segiri Sedang Pemeliharaan, DLH Samarinda Kolaborasi dengan Labkes Kaltim Pantau Kualitas Udara

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Plt Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Samarinda, Tri ayu Wulandari. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Plt Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Samarinda, Tri ayu Wulandari. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Alat ISPU Taman Segiri Sedang Pemeliharaan, DLH Samarinda Kolaborasi dengan Labkes Kaltim Pantau Kualitas Udara

Plt Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Samarinda, Tri ayu Wulandari. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Plt Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Samarinda, Tri ayu Wulandari. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda memastikan pemantauan kualitas udara di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap berjalan optimal. 

Di tengah proses pemeliharaan (maintenance) Stasiun Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Taman Segiri, DLH Samarinda menggandeng UPTD Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Kota Samarinda, Tri Ayu Wulandari, menjelaskan bahwa pembaruan data kualitas udara dilakukan secara rutin sebanyak dua kali sehari, yakni pada pukul 07.00 WITA dan 16.00 WITA.

Karena alat pemantau utama di Taman Segiri yang merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup sedang dalam masa perbaikan dan pemeliharaan, suplai data kini mengandalkan stasiun pemantau milik Labkes Provinsi Kaltim.

"Kami berkolaborasi dengan stasiun pemantau milik Labkes provinsi yang ada di Jalan K.H. Ahmad Dahlan. Pembacaan parameternya di sana sangat lengkap dan menjadi acuan update data kita," ujar Ayu, Selasa (27/10/2026).

Ayu mengatakan, idealnya cakupan wilayah seluas Kota Samarinda memerlukan stasiun pemantau kualitas udara yang tersebar di berbagai titik strategis, termasuk kawasan seperti Palaran serta di wilayah kecamatan lain yang belum terwakli secara spesifik selain mengandalkan data dari Stamet APT Pranoto BMKG Kota Samarinda.

Meski demikian, data dari stasiun pemantau tetap berfungsi secara efektif sebagai sistem peringatan dini bagi pemerintah dan masyarakat dalam memantau konsentrasi polutan udara.

Terkait rekapitulasi data kualitas udara dalam tiga hari terakhir, DLH mencatat kondisi udara di Samarinda masih berada dalam kategori fluktuatif. Perubahan angka kerap terjadi antara pemantauan pagi dan sore hari.

Fluktuasi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh sebaran asap karhutla semata, tetapi juga turut disumbang oleh aktivitas masyarakat, arah angin, serta dinamika cuaca harian.

Pada 28 Oktober pagi ini, DLH mencatatkan kualitas udara di Samarinda berada di kategori sedang dengan konsentrasi PM 2.5 sebesar 57 mikrogram per meter kubik. 

Untuk pengadaan alat pemantau ISPU masih terkendala oleh tingginya biaya investasi yang mencapai kisaran miliaran rupiah, serta tingginya biaya pemeliharaan berkala. Sehingga di tengah kebijakan efisiensi anggaran saat ini, DLH menyiasatinya melalui sinergi lintas instansi. 

"Secara jangka panjang kami sudah pernah mengajukan usulan pengadaan alat di beberapa titik ke kementerian," ungkapnya. (Adv)