Banner ADV

Tak Sekadar Seremoni, Momen Hari Sumpah Pemuda Jadi Pengingat Pentingnya Peran Generasi Muda dalam Pembangunan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca6 kali dibaca
Bupati berau saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Bupati berau saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Tak Sekadar Seremoni, Momen Hari Sumpah Pemuda Jadi Pengingat Pentingnya Peran Generasi Muda dalam Pembangunan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca6 kali dibaca
Bupati berau saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Bupati berau saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Tak Sekadar Seremoni, Momen Hari Sumpah Pemuda Jadi Pengingat Pentingnya Peran Generasi Muda dalam Pembangunan

6
Bupati berau saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Bupati berau saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Masa depan Kabupaten Berau tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada keberanian generasi muda mengambil peran dalam pembangunan. 

Pemuda dituntut tidak berhenti menjadi penonton perubahan, melainkan hadir dengan gagasan, inovasi, dan karya nyata untuk menjawab tantangan zaman.

Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Berau, Selasa (28/10/2026). Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Dalam amanat tersebut, generasi muda diingatkan bahwa perjuangan pemuda masa kini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata. Tantangan saat ini menuntut penguasaan ilmu pengetahuan, etos kerja, integritas, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan.

Semangat yang diwariskan para pemuda pada 1928 harus diterjemahkan melalui tindakan nyata. Persatuan, keberanian, dan tekad untuk membawa Indonesia maju tetap relevan, meskipun bentuk perjuangan telah berubah mengikuti perkembangan zaman.

Sri Juniarsih menyampaikan bahwa potensi generasi muda menjadi salah satu kekuatan penting dalam menghadapi dinamika masa depan. 

“Anak-anak muda yang tangguh, jujur, dan berani mengambil peluang memiliki peran besar dalam mendorong kemajuan bangsa, termasuk di Kabupaten Berau,” ucapnya.

Ia juga mengajak pemuda agar tidak membatasi diri karena takut gagal atau merasa belum memiliki cukup pengalaman. Keberanian bermimpi besar perlu dibarengi kemauan belajar, bekerja keras, serta konsistensi menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pesan dalam amanat Menpora tersebut menegaskan bahwa generasi muda bukan sekadar pelengkap perjalanan bangsa. Mereka memiliki kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk menentukan arah perubahan pada masa mendatang.

Komitmen mendorong peran generasi muda turut ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah pemuda berprestasi seusai upacara.

“Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap kontribusi pemuda di berbagai bidang,” ujarnya.

Prestasi yang diraih diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi lainnya untuk mengembangkan kemampuan, menciptakan inovasi, dan berani mengambil peran di lingkungan masing-masing.

Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini juga dihadiri Wakil Bupati Berau Gamalis, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), staf ahli dan asisten Sekretariat Daerah, kepala perangkat daerah, pimpinan organisasi kepemudaan, serta ratusan peserta upacara.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai generasi. 

“Pemuda memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pendidikan, kewirausahaan, organisasi, kegiatan sosial, hingga pengembangan potensi kampung,” tambahnya.

Dengan semangat persatuan yang diwariskan sejak 1928, generasi muda Berau diharapkan mampu menghadirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mengambil bagian dalam mewujudkan daerah yang lebih maju dan berdaya saing. (Adv)