Tak Hanya Jaga Perbatasan, Satgas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Buka Kursus Bahasa Inggris dan Jerman Secara Gratis

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Dansatgas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Letkol Kav Dian Kriswijaya. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Dansatgas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Letkol Kav Dian Kriswijaya. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tak Hanya Jaga Perbatasan, Satgas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Buka Kursus Bahasa Inggris dan Jerman Secara Gratis

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Dansatgas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Letkol Kav Dian Kriswijaya. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Dansatgas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Letkol Kav Dian Kriswijaya. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tak Hanya Jaga Perbatasan, Satgas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Buka Kursus Bahasa Inggris dan Jerman Secara Gratis 

Dansatgas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Letkol Kav Dian Kriswijaya. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Dansatgas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Letkol Kav Dian Kriswijaya. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Kehadiran prajurit TNI di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia tidak hanya berorientasi pada pengamanan wilayah dan penjagaan kedaulatan negara. Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonkav 8/NSW/2 Kostrad juga memperkuat pembinaan masyarakat melalui berbagai program pendidikan, olahraga, pemberdayaan ekonomi, hingga pelayanan kesehatan.

Komandan Satgas Pamtas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad, Letkol Kav Dian Kriswijaya, mengatakan berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di kawasan perbatasan.

Menurut Dian, pembangunan masyarakat perbatasan membutuhkan perhatian yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada peningkatan kemampuan, kesehatan dan kemandirian warga.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah membuka kesempatan belajar bahasa asing bagi generasi muda dan kelompok masyarakat tertentu. Satgas Pamtas menyelenggarakan kursus bahasa Inggris bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementara itu, pembelajaran bahasa Jerman ditujukan bagi siswa Sekolah amenengah Atas (SMA) serta kalangan profesional.

“Di bidang pendidikan, Satgas Pamtas memberikan kursus bahasa Inggris bagi siswa SD dan SMP. Sementara itu, kursus bahasa Jerman disiapkan bagi siswa SMA dan kalangan profesional, semua kursus itu kami laksanakan secara gratis dengan tenaga profesional dari satuan kami,” ujar Dian.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi masyarakat perbatasan. Penguasaan bahasa asing dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perkembangan zaman dan memperluas peluang di masa depan.

Selain pendidikan, Satgas Pamtas turut mendorong masyarakat menjalani pola hidup sehat melalui pembinaan olahraga. Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah pencak silat, yang menjadi kemampuan unggulan Yonkav 8. 

Pembinaan olahraga kemudian diperluas melalui pembentukan Narasinga Running Club dan Narasinga Volleyball Club. Kedua wadah tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga, sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk mengembangkan kemampuan dan membangun kebersamaan.

"Narasinga Running Club diarahkan untuk mengajak masyarakat, khususnya pemula, mulai membiasakan diri berolahraga lari. Adapun Narasinga Volleyball Club dikembangkan untuk menumbuhkan minat terhadap bola voli serta membuka kesempatan pembinaan bagi para pemain," ujarnya.

Sebagai bagian dari pengembangan kegiatan tersebut, Satgas Pamtas merencanakan turnamen bola voli di halaman Markas Komando Taktis (Makotis) pada akhir November hingga Desember 2026.

“Kami merencanakan penyelenggaraan turnamen bola voli di halaman Makotis pada akhir November hingga Desember mendatang sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga,” katanya.

Di sektor ekonomi, pembinaan masyarakat diarahkan untuk meningkatkan kemampuan warga agar lebih mandiri. Program ini menjadi bagian dari pendekatan Satgas Pamtas dalam mendukung pemberdayaan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan.

Sementara itu, dalam bidang kesehatan, Satgas Pamtas membuka akses pelayanan melalui poliklinik yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum, termasuk warga sipil. Kehadiran layanan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat di kawasan perbatasan.

Dian menegaskan, berbagai program pembinaan tersebut tidak hanya menyasar warga yang tinggal di sekitar markas, tetapi juga menjangkau masyarakat di pos-pos terdepan perbatasan.

"Jangkauan kegiatan hingga wilayah terdepan itu menjadi bagian penting dari upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang berada jauh dari pusat permukiman dan fasilitas umum," bebernya.

Melalui program pendidikan, olahraga, pemberdayaan ekonomi dan pelayanan kesehatan, Satgas Pamtas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad berupaya memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Kehadiran prajurit di perbatasan pun diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hidup warga yang berada di garis terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).