Banner ADV

Panen Raya Padi di Danau Semayang, Ditargetkan Dua Pekan Lagi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Kondisi padi di tengah Danau Semayang. (Foto: Warga Semayang)
Kondisi padi di tengah Danau Semayang. (Foto: Warga Semayang)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Panen Raya Padi di Danau Semayang, Ditargetkan Dua Pekan Lagi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Kondisi padi di tengah Danau Semayang. (Foto: Warga Semayang)
Kondisi padi di tengah Danau Semayang. (Foto: Warga Semayang)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Panen Raya Padi di Danau Semayang, Ditargetkan Dua Pekan Lagi

Kondisi padi di tengah Danau Semayang. (Foto: Warga Semayang)
Kondisi padi di tengah Danau Semayang. (Foto: Warga Semayang)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Surutnya air Danau Semayang saat musim kemarau membuka peluang bagi masyarakat Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar), untuk mengembangkan pertanian padi. Warga yang selama ini identik dengan aktivitas mencari ikan kini bersiap memanen padi yang ditanam langsung di kawasan danau.

Tanaman padi dengan metode tanam benih langsung di air atau Tabela Dar tersebut diperkirakan mulai dipanen pada awal November 2026. Hasilnya menjadi perhatian setelah proses penanaman yang sempat diragukan warganet di media sosial kini menunjukkan pertumbuhan tanaman yang baik.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan, panen raya di Desa Semayang diperkirakan berlangsung sekitar dua pekan ke depan. Pemerintah daerah pun mulai berkoordinasi untuk mempersiapkan kegiatan tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi. Kemungkinan dua minggu lagi kita akan melaksanakan panen raya. Melalui kesempatan ini, kami juga ingin mengundang seluruh pihak untuk bersama-sama datang ke Semayang dan menyaksikan kegiatan panen raya padi yang sempat viral,” kata Aulia.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Rifani menjelaskan, panen padi di Semayang tidak berlangsung serentak. Aktivitas tanam yang mengikuti kondisi air danau membuat usia tanaman di setiap lahan berbeda-beda.

Petani mulai menebar benih ketika permukaan danau menyusut dan lahan dinilai cukup memungkinkan untuk ditanami. Setelah sebagian warga memulai penanaman, petani lain menyusul sesuai kondisi lahan masing-masing.

“Ketika kondisi danau mulai mengering dan mereka melihat peluang untuk menanam, mereka mulai menanam. Setelah itu, tetangganya menyusul menanam. Jadi, waktunya berbeda-beda, tidak seperti persawahan yang jadwal tanamnya lebih teratur,” jelas Rifani.

Karena pola tersebut, masa panen diperkirakan berlangsung bertahap sejak awal November hingga pertengahan Desember 2026. Bahkan, sebagian lahan berpotensi baru dipanen pada akhir Desember.

Pola pertanian serupa juga ditemukan di wilayah lain. Kawasan Melintang, Kecamatan Muara Wis, diperkirakan mulai memasuki masa panen pada awal Desember 2026. Sementara itu, penanaman padi juga dilakukan di Desa Pela dan kawasan Jantur, yang berada di anak Danau Jempang.

Untuk mendukung kegiatan pertanian di Semayang, Pemkab Kukar memberikan bantuan sekitar 1,5 ton benih padi. Bantuan dengan jumlah serupa juga disalurkan untuk Pela.

Namun, bantuan tersebut bukan satu-satunya sumber benih yang digunakan masyarakat. Rifani menyebut, warga turut melakukan penanaman secara swadaya, baik menggunakan benih yang dibeli sendiri maupun benih yang diperoleh dari petani lain.

Dari bantuan benih sebanyak 1,5 ton di Semayang, perkiraan luas tanam mencapai 10 hingga 15 hektare. Angka itu belum mencakup keseluruhan lahan yang ditanami masyarakat di kawasan danau.

Menurut Rifani, budidaya padi di Semayang memiliki potensi untuk dikembangkan karena kebutuhan input pertanian relatif sedikit. Kondisi tanah yang memperoleh sedimentasi dari danau juga dinilai mendukung pertumbuhan tanaman.

Meski demikian, potensi tersebut masih perlu dibuktikan melalui pengukuran hasil panen. Distanak akan melakukan metode ubinan dengan mengambil sampel hasil panen pada petak berukuran satu meter persegi. Hasilnya akan digunakan untuk menghitung produktivitas dan memperkirakan total produksi berdasarkan luas lahan.

Pengukuran tersebut juga diperlukan untuk mengetahui dampak musim kemarau terhadap hasil pertanian. Tanaman yang ditanam sebelum Juli berpotensi mengalami penurunan produksi, sedangkan tanaman yang ditanam setelah periode tersebut diperkirakan masih relatif normal.

“Kita belum bisa memperkirakan pengaruh musim kemarau terhadap produksi secara keseluruhan karena masih ada beberapa lahan yang belum dipanen. Nanti setelah panen selesai dan hasil ubinan diketahui, baru kita bisa melihat apakah terjadi penurunan produksi atau tidak,” ujar Rifani.

Dengan jadwal panen yang semakin dekat, pertanian padi di kawasan Danau Semayang menjadi salah satu potensi yang tengah diamati pemerintah daerah. Pendataan luas panen dan pengukuran produktivitas akan menjadi dasar untuk mengetahui hasil budidaya masyarakat sekaligus melihat peluang pengembangannya di kawasan danau.

Panen mendatang juga menjadi momentum untuk melihat hasil penerapan metode Tabela Dar, sebuah praktik lokal yang telah lama dikenal masyarakat di wilayah hulu Kukar.
(Adv)