Banner ADV

Distanak Kukar Tingkatkan Kompetensi Petani melalui Pelatihan dan Sekolah Lapang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Infograpis: Distanak Kukar Tingkatkan Kompetensi Petani
Infograpis: Distanak Kukar Tingkatkan Kompetensi Petani

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Distanak Kukar Tingkatkan Kompetensi Petani melalui Pelatihan dan Sekolah Lapang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Infograpis: Distanak Kukar Tingkatkan Kompetensi Petani
Infograpis: Distanak Kukar Tingkatkan Kompetensi Petani

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Distanak Kukar Tingkatkan Kompetensi Petani melalui Pelatihan dan Sekolah Lapang

Infograpis: Distanak Kukar Tingkatkan Kompetensi Petani
Infograpis: Distanak Kukar Tingkatkan Kompetensi Petani

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi petani. Pada 2025, jumlah peserta dari tiga jenis pelatihan tercatat sebanyak 1.161 orang berdasarkan rincian data yang tersedia.

Pelatihan tersebut meliputi pembuatan pupuk organik padat dan cair bagi Kelompok Wanita Tani (KWT), kegiatan sekolah lapang, serta pelatihan peran petani milenial untuk meningkatkan produksi pertanian.

Kepala Bidang Usaha dan Penyuluhan Distanak Kukar, Erwin Surya Wirawan mengatakn bahwa Pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan cair diikuti 420 peserta yang tersebar di tujuh lokasi, yakni Muara Kaman, Sebulu, Muara Jawa, Tenggarong, Tabang, Loa Janan, dan Anggana. Setiap lokasi diikuti 60 peserta.

Selanjutnya, kegiatan sekolah lapang diikuti 105 peserta yang tersebar di tujuh lokasi, yaitu Loa Kulu, Sebulu, Muara Kaman, Marangkayu, Tenggarong, Teluk Dalam, dan Separi. Setiap lokasi diikuti 15 peserta.

Sementara itu, pelatihan peran petani milenial untuk meningkatkan produksi pertanian dilaksanakan di 19 lokasi dengan jumlah peserta berdasarkan rincian sebanyak 636 orang.

Lokasi pelatihan meliputi Samboja, Teluk Dalam, Anggana, Kota Bangun, Kenohan, Tabang, Muara Wis, Muara Jawa, Loa Janan, Muara Badak, Muara Kaman, Loa Kulu, Marangkayu, Kembang Janggut, Muara Muntai, Sanga-Sanga, Sebulu, Tenggarong, dan Separi.

Secara keseluruhan, jumlah peserta dari ketiga jenis pelatihan pada 2025 mencapai 1.161 orang berdasarkan penjumlahan setiap kegiatan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2024, ketika peserta pelatihan petani tercatat sebanyak 505 orang.

Pada 2026, kegiatan sekolah lapang juga tercatat berlangsung di tujuh lokasi, yakni Tenggarong dengan 25 peserta, Muara Kaman 20 peserta, Teluk Dalam 25 peserta, Separi 20 peserta, Marang Kayu 15 peserta, Loa Kulu 25 peserta, dan Sebulu 20 peserta.

"Berdasarkan penjumlahan rincian tersebut, jumlah peserta sekolah lapang pada 2026 mencapai 150 orang," ujar Erwin.

Selain data pelatihan, jumlah kelompok tani dan petani di Kukar juga tercatat berdasarkan pendataan per kecamatan. Data September menunjukkan terdapat 3.002 kelompok tani dengan total 57.478 petani yang tersebar di 18 kecamatan.

Tenggarong Seberang tercatat memiliki 426 kelompok tani dengan 7.840 petani. Samboja memiliki 306 kelompok tani dengan 7.849 petani, sedangkan Loa Kulu memiliki 279 kelompok tani dengan 5.150 petani.

Kecamatan lainnya meliputi Anggana dengan 133 kelompok tani dan 2.271 petani, Kembang Janggut 108 kelompok tani dan 1.250 petani, Kenohan 52 kelompok tani dan 376 petani, serta Kota Bangun 206 kelompok tani dan 4.109 petani.

Selanjutnya, Loa Janan tercatat memiliki 188 kelompok tani dengan 3.900 petani, Marang Kayu 223 kelompok tani dengan 3.730 petani, Muara Badak 203 kelompok tani dengan 3.488 petani, dan Muara Jawa 101 kelompok tani dengan 1.866 petani.

Muara Kaman memiliki 213 kelompok tani dengan 4.177 petani, Muara Muntai 73 kelompok tani dengan 795 petani, Muara Wis 60 kelompok tani dengan 1.311 petani, Sanga-Sanga 49 kelompok tani dengan 909 petani, Sebulu 153 kelompok tani dengan 3.470 petani, Tabang 54 kelompok tani dengan 670 petani, serta Tenggarong 175 kelompok tani dengan 4.317 petani. (Adv)