Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Penggunaan fasilitas pembakar sampah (insinerator) di Kota Samarinda mencatatkan kinerja positif dalam menekan volume sampah perkotaan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda melaporkan bahwa teknologi insinerator berhasil mereduksi hingga 92 persen dari total volume sampah yang diolah sepanjang periode Januari hingga Juli 2026.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) DLH Kota Samarinda, Taufiq Fajar, mengungkapkan bahwa dari total 750 ton sampah yang dibakar selama tujuh bulan tersebut, residu yang tersisa hanya sekitar 8 persen.
"Dari hasil laporan yang kami susun, angkanya cukup menggembirakan dan mencapai target. Sisanya tinggal 8 persen dalam bentuk abu dengan jumlah kurang lebih 60 ton. Ini capaian positif pemanfaatan insinerator di Samarinda," ujar Taufiq Fajar, Selasa (27/10/2026).
Kendati mencatatkan capaian volume yang memuaskan, Taufiq menekankan bahwa optimalisasi kapasitas pembakaran insinerator masih menghadapi kendala teknis di lapangan. Hal ini lantaran operasional mesin insinerator sangat bergantung pada tingkat disiplin pemilahan sampah oleh masyarakat sebelum diangkut.
Ia membeberkan bahwa tidak semua jenis sampah kering dapat dimasukkan ke dalam mesin pembakar. Pemilahan tidak sekadar memisahkan antara sampah basah dan sampah kering, melainkan harus menyaring bahan-bahan spesifik yang berpotensi merusak mesin atau memicu pencemaran udara.
"Tidak semua jenis sampah bisa dibakar di insinerator. Bahkan untuk sampah kering pun ada yang dilarang masuk, seperti styrofoam, bahan dasar logam atau metal, kain, hingga kertas," terangnya.
Selain material sintetis dan logam, Taufiq juga menyoroti sampah organik seperti dedaunan dan ranting pohon. Jenis sampah tumbuhan tersebut terbukti kurang cocok untuk dimusnahkan menggunakan insinerator karena berpotensi menimbulkan emisi asap tebal.
"Daun-daun, baik yang masih hijau maupun daun kering, serta ranting pohon itu berpotensi menimbulkan asap pekat jika dibakar di insinerator," pungkasnya. (Adv)


